
Selain itu, kandungan kafein dan senyawa polifenol dalam teh dan kopi memiliki sifat antimikroba.
Namun, begitu terkena kelembapan, kualitasnya menurun, aromanya hilang, dan bisa ditumbuhi jamur.
Cuka telah digunakan manusia sejak 5000 SM sebagai bumbu masak sekaligus pengawet pada bahan masakan.
Dari sisi kimia, cuka mengandung asam asetat (5–7%) yang membuatnya sangat asam (pH 2–3). Kondisi ini mustahil ditumbuhi bakteri pembusuk.
Table of Contents
ToggleMenurut Journal of Food Protection (2010), asam asetat dalam cuka mampu membunuh bakteri E. coli dan Salmonella.
Menariknya, cuka justru semakin kuat rasanya jika disimpan lama, sehingga lebih tepat disebut “matang” daripada “basi.”
Berdasarkan rekomendasi ahli pangan, cara menyimpan makanan abadi ini agar benar-benar tahan lama antara lain:
Makanan umumnya mudah basi karena mengandung air, nutrisi, dan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan mikroba.