
KALIMANTAN NEWS – Umumnya, makanan memiliki masa simpan yang terbatas.
Susu segar bisa basi dalam 2–3 hari, roti hanya tahan seminggu, bahkan makanan kaleng pun umumnya hanya bertahan beberapa tahun.
Namun, ada beberapa makanan yang bisa tetap aman dikonsumsi meski disimpan puluhan bahkan ribuan tahun.
Rahasianya terletak pada sifat kimiawi dan kondisi lingkungannya, sehingga bakteri, jamur, maupun mikroba tidak bisa berkembang.
Table of Contents
ToggleBerikut adalah lima makanan dan minuman yang terbukti tidak pernah basi bila disimpan dengan benar, lengkap dengan alasan ilmiahnya.
Madu dikenal sebagai salah satu makanan paling awet di dunia.
Arkeolog pernah menemukan pot berisi madu di makam Firaun Mesir yang berusia lebih dari 3.000 tahun, dan luar biasanya madu itu masih bisa dimakan.
Menurut Journal of Microbiology and Antimicrobial Agents (2016), madu memiliki sifat antimikroba alami berkat kombinasi:
Namun madu bisa rusak bila tercemar air, wadahnya kotor, atau terkontaminasi debu yang memicu fermentasi.
Jadi, keajaiban keawetan madu sangat bergantung pada penyimpanan yang benar.
Garam adalah mineral murni (natrium klorida/NaCl) yang tidak mengandung unsur organik.
Menurut Handbook of Food Chemistry (Springer, 2015), bakteri dan jamur tidak bisa berkembang tanpa adanya nutrisi organik.
Itulah sebabnya garam tetap stabil selama jutaan tahun, bahkan garam Himalaya berasal dari endapan laut purba berusia 250 juta tahun.
Kerusakan garam hanya terjadi bila bercampur dengan air atau kotoran, yang membuatnya menggumpal dan kehilangan kualitas, meski secara kimia tetap aman.
Beras putih yang sudah digiling bisa bertahan hingga 30 tahun jika disimpan dalam kondisi kedap udara dan suhu sejuk.
Menurut penelitian dari Brigham Young University (2012), beras putih yang disimpan dalam wadah khusus tetap mempertahankan kandungan gizinya meski lebih dari dua dekade.
Rahasia daya tahannya adalah karena lapisan dedak sudah dihilangkan, sehingga kandungan minyak alaminya minim.
Sebaliknya, beras cokelat cepat tengik karena dedak kaya minyak mudah teroksidasi.
Namun, kelembapan tinggi bisa menyebabkan beras ditumbuhi jamur Aspergillus flavus yang menghasilkan aflatoksin berbahaya.
Teh kering dan kopi instan juga termasuk makanan awet karena berbentuk kering dan memiliki kadar air sangat rendah.
Menurut studi di Food Research International (2019), kopi instan yang disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu rendah dapat bertahan lebih dari 20 tahun tanpa kehilangan kualitas utama.
Selain itu, kandungan kafein dan senyawa polifenol dalam teh dan kopi memiliki sifat antimikroba.
Namun, begitu terkena kelembapan, kualitasnya menurun, aromanya hilang, dan bisa ditumbuhi jamur.
Cuka telah digunakan manusia sejak 5000 SM sebagai bumbu masak sekaligus pengawet pada bahan masakan.
Dari sisi kimia, cuka mengandung asam asetat (5–7%) yang membuatnya sangat asam (pH 2–3). Kondisi ini mustahil ditumbuhi bakteri pembusuk.
Menurut Journal of Food Protection (2010), asam asetat dalam cuka mampu membunuh bakteri E. coli dan Salmonella.
Menariknya, cuka justru semakin kuat rasanya jika disimpan lama, sehingga lebih tepat disebut “matang” daripada “basi.”
Berdasarkan rekomendasi ahli pangan, cara menyimpan makanan abadi ini agar benar-benar tahan lama antara lain:
Makanan umumnya mudah basi karena mengandung air, nutrisi, dan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan mikroba.
Namun, lima makanan ini mampu bertahan sangat lama karena sifat kimiawi dan komposisinya yang tidak ramah bagi bakteri.
Menurut para peneliti, selama penyimpanan benar, makanan ini bisa bertahan bukan hanya puluhan tahun, tetapi bahkan ribuan tahun.(*/KN)
Editor: Zulvan R