BANJARBARU, KALIMANTAN.NEWS – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, memimpin ziarah sekaligus upacara peringatan HUT ke-77 Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Tahun 2026 di kawasan Makam Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Purn) Hassan Basry, Jalan Ahmad Yani Kilometer 19, Liang Anggang, Banjarbaru, Minggu (17/5/2026).
Wagub hadir didampingi Ketua BKOW Kalsel, Hj. Ellyana Tresya Hasnuryadi, dengan mengenakan pakaian pejuang bernuansa krem lengkap dengan baret, menyerupai atribut perjuangan tempo dulu.
Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi mengajak generasi muda untuk meneladani tekad dan semangat perjuangan para pahlawan bangsa, khususnya Brigjen Hasan Basry.
“Kita semua harus mengerti dan memahami bagaimana para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan nyawa beliau untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya usai memimpin ziarah.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tugas melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan melalui persatuan, cinta tanah air, dan kontribusi positif bagi bangsa.
“Sekarang tugas yang diemban adalah mengisi kemerdekaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” pesannya.
Upacara ziarah diawali dengan penyampaian sejarah perjuangan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang dipimpin Brigjen Hasan Basry, dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Tentara ALRI, peletakan karangan bunga, penghormatan, dan tabur bunga di makam pahlawan nasional tersebut.
Usai upacara, Hasnuryadi bersama istri menyerahkan tali asih kepada Ketua LVRI Kalsel, Letkol Inf (Purn) Sandimin, beserta anggota veteran lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran TNI, anggota LVRI Kalsel, DHD Angkatan 45, pelajar, mahasiswa, serta unsur Pemprov Kalsel.
Dalam biografi yang dibacakan saat upacara, Brigjen Hasan Basry dikenal sebagai “Bapak Gerilya Kalimantan”. Tokoh kelahiran Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 17 Juni 1923 itu merupakan sosok penting yang memproklamasikan Kalimantan sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia pada 17 Mei 1949.
Hasan Basry juga tercatat memimpin Laskar Syaifullah secara rahasia di Kalimantan Selatan dan aktif dalam perjuangan melawan Jepang maupun agresi militer Belanda.(adp/en/KN)