Dispar Kalsel Gelar Monev Wisata Berkelanjutan, Perkuat Pengembangan Destinasi Wisata Banua

Monitoring dan Evaluasi Wisata Berkelanjutan sebagai langkah memastikan program pengembangan destinasi berjalan optimal serta mendorong terciptanya sektor pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan di TreePark Hotel Banjarmasin.(MC)

BANJARMASIN, KALIMANTAN.NEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kalsel menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Wisata Berkelanjutan sebagai langkah memastikan program pengembangan destinasi berjalan optimal serta mendorong terciptanya sektor pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan, Senin (24/11/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Menakar Kinerja, Membangun Perbaikan” ini dibuka langsung oleh Kepala Dispar Kalsel, Iwan Fitriady, dan dihadiri perwakilan dinas pariwisata serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa Monev merupakan komitmen bersama untuk memastikan pariwisata Kalsel tumbuh secara seimbang dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Pariwisata berkelanjutan adalah visi masa depan kita. Ini adalah cara kita menikmati keindahan dan kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal Banua hari ini tanpa mengorbankan hak generasi mendatang untuk menikmatinya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menilai sejauh mana program pengembangan yang telah berjalan memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata daerah.

“Untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan, kita harus siap belajar, berinovasi, dan bergerak cepat untuk menutup celah serta meningkatkan standar layanan,” tambahnya.

Pada kegiatan ini, Dispar Kalsel turut menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang dinilai memiliki pengalaman kuat dalam menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Adyatma Parekraf Ahli Muda Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Jawa Timur, Wawan Darmawan, mendorong Pemprov Kalsel untuk memperkuat kolaborasi dengan dinas pariwisata, asosiasi, dan Pokdarwis di 13 kabupaten/kota.

“Kami ingin berbagi pengalaman bagaimana sektor pariwisata Jawa Timur bisa bertahan dari masa pandemi hingga sekarang. Salah satu kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat dan penguatan kolaborasi. Hal ini dapat dioptimalkan juga oleh Dinas Pariwisata Kalsel,” tutupnya. (MC/en/KN)

#Dispar

Baca Juga