Muscle Memory: Rahasia Tubuh Mengingat Gerakan Tanpa Harus Berpikir

Ilustrasi Muscle Memory

KALIMANTAN NEWS – Pernah nggak kamu heran kenapa bisa naik sepeda, ngetik cepat di keyboard, atau main gitar tanpa harus mikir keras lagi?

Jawabannya ada pada muscle memory atau ingatan otot.

Apa Itu Muscle Memory?

Meski namanya muscle memory, sebenarnya bukan otot yang punya ingatan, melainkan otak yang menyimpan pola gerakan.

Otot hanya mengeksekusi perintah tersebut. Saat kita mengulang gerakan berkali-kali, otak dan saraf mencatat jalur gerakan itu sehingga lama-kelamaan bisa dilakukan otomatis.

Contoh Sehari-hari

  1. Naik sepeda mungkin awalnya susah, tapi setelah sering latihan jadi otomatis seimbang.
  2. Mengetik, dulu harus lihat huruf, sekarang jari tahu posisi tombol sendiri.
  3. Olahraga & musik, atlet atau musisi bisa bergerak cepat tanpa banyak berpikir karena gerakannya sudah tertanam.

Menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience, latihan berulang menciptakan koneksi kuat antar sel saraf (neuroplasticity).

Koneksi inilah yang membuat gerakan jadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Bisa Hilang atau Tidak?

Muscle memory tidak benar-benar hilang, meski kita berhenti latihan lama.

Ia hanya melemah. Itu sebabnya orang yang lama tidak main gitar atau berenang tetap bisa lebih cepat menguasai kembali dibanding pemula.

Hal ini karena jalur saraf di otak sudah terbentuk, tinggal dibangunkan lagi dengan latihan.

Kelebihan Muscle Memory

  1. Membuat gerakan lebih cepat dan efisien.
  2. Mengurangi beban otak karena tubuh bekerja otomatis.
  3. Memudahkan belajar kembali setelah lama berhenti.
  4. Penting dalam olahraga, seni, hingga pekerjaan sehari-hari.

Kekurangan Muscle Memory

  1. Jika terbiasa dengan teknik yang salah, kesalahan itu juga ikut tersimpan dan susah diubah.
  2. Bisa membuat kita kurang fokus karena merasa sudah otomatis.
  3. Butuh waktu dan konsistensi tinggi untuk membentuknya.

Muscle memory adalah aset tersembunyi tubuh kita.

Dengan latihan konsisten dan teknik yang benar, otot dan otak bisa bekerja sama agar gerakan jadi cepat, efisien, dan otomatis.

Tapi ingat, kalau salah dilatih, yang tersimpan juga bisa jadi kebiasaan buruk.(*/KN)

Editor: Ipik G

Baca Juga