Belajar dari Jabar, Komisi IV DPRD Kalsel Dorong Peningkatan Prestasi Atlet

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel melakukan studi komparasi pembinaan atlet ke Dispora Jawa Barat.

BANDUNG, KALIMANTAN.NEWS — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel) terus mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi atlet cabang olahraga di Kalsel.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui studi komparasi ke Provinsi Jawa Barat yang dinilai berhasil mencetak prestasi dengan meraih “hattrick” juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, dr. M. Yadi Mahendra Muhyin, di sela kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalsel ke Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Dispora Jabar), Senin (12/1/2026), di kawasan Sport Jabar Arcamanik serta Pengelolaan PPID Dispora Jabar.

“Alhamdulillah hari ini kami berkesempatan melakukan sharing dengan Dispora Jawa Barat terkait pembinaan atlet, pendanaan, serta program-program pembinaan atlet berprestasi. Kita tahu Jawa Barat sudah ‘hattrick’ juara umum PON,” ujar Mahendra.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, keberhasilan Jawa Barat patut menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Dispora Kalsel, dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi.

Salah satu kunci keberhasilan Jawa Barat, lanjutnya, adalah kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

“Harapannya, Provinsi Kalsel bisa meniru bagaimana Jawa Barat membina atlet-atletnya. Ternyata kolaborasi semua kabupaten/kota sangat luar biasa. Walaupun dengan dana yang sangat terbatas, prestasinya tetap bisa maksimal,” jelasnya.

Selain pembinaan atlet, Mahendra juga menyoroti pembangunan infrastruktur olahraga di Jawa Barat yang dinilai cukup representatif dan mendukung peningkatan prestasi atlet.

Sementara itu, Sekretaris Dispora Jawa Barat, Gilang Sailendra, SSTP, MSi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalsel beserta jajaran Dispora Provinsi Kalsel.

Ia menjelaskan bahwa selain penerapan mekanisme penjaringan atlet yang ketat di tingkat kabupaten dan kota, faktor demografis juga turut mendukung keberhasilan Jawa Barat dalam mencetak atlet berprestasi. Dengan jumlah penduduk hampir mencapai 50 juta jiwa, peluang menemukan bibit atlet unggul menjadi lebih besar.

“Dengan jumlah penduduk yang besar, secara tidak langsung Jawa Barat juga merasa punya tanggung jawab. Masa dari hampir 50 juta penduduk tidak ada atlet berprestasi.

Pilihannya memang lebih banyak, sehingga alhamdulillah kita sudah tiga kali PON dan meraih hattrick,” ungkap Gilang.

Meski demikian, Gilang mengakui Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menghadapi tantangan terkait keterbatasan anggaran pembinaan atlet.

“Di satu sisi kita dituntut prestasi, di sisi lain kita juga harus memikirkan ketersediaan anggaran, termasuk untuk hadiah bagi atlet. Itu menjadi dilema, tetapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar atlet terus berprestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin,” katanya.

Di akhir pernyataannya, dr. Mahendra berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan semakin serius dalam melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di seluruh cabang olahraga, sehingga mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“Itu harapan kita ke depan, sejalan dengan visi dan misi Bapak Gubernur, bahwa sektor olahraga harus terus kita tingkatkan,” pungkasnya. (en/KN)

#komisi IV

Baca Juga