
KALIMANTAN NEWS – Warna buah bukan cuma cantik dan menyegarkan, tapi ternyata bisa memberi petunjuk tentang vitamin yang ada di dalamnya.
Lebih menarik lagi, beberapa buah memiliki bentuk yang mirip organ tubuh, dan kandungan nutrisinya terbukti mendukung kesehatan organ tersebut.
Menurut dr. Lina Permata, Sp.GK dari Halodoc, mengkonsumsi buah beragam warna setiap hari dapat membantu tubuh mendapatkan berbagai vitamin dan antioksidan yang berperan penting untuk kesehatan jantung, mata, dan otak.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di PMC National Library of Medicine, warna buah bisa menjadi indikator kandungan vitamin dominan.
Berikut hubungan antara warna buah dan kandungan vitamin:
Mengandung vitamin C dan likopen. Vitamin C membantu produksi kolagen untuk kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Likopen, antioksidan kuat, terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Kaya beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A penting untuk kesehatan mata, terutama retina, serta memperkuat sistem imun.
Buah berwarna oranye juga biasanya tinggi vitamin C yang menjaga kesehatan kulit.
Diperkaya vitamin K, folat, dan vitamin C. Vitamin K berperan dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang. Folat mendukung produksi sel darah merah.
Sementara vitamin C membantu penyembuhan luka dan meningkatkan penyerapan zat besi.
Mengandung antosianin, pigmen alami dengan efek antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.
Penelitian juga menunjukkan antosianin membantu memperbaiki fungsi otak dan menurunkan risiko penyakit degeneratif.
Fenomena ini sering disebut “Doctrine of Signatures”, yaitu kepercayaan bahwa bentuk alami tanaman mencerminkan manfaat kesehatannya.
Menurut dr. Rudi Santoso, ahli gizi Universitas Indonesia, ada beberapa contoh buah yang memang punya kesesuaian bentuk dan manfaat nutrisi.
Berikut beberapa contohnya:
Lekukan kenari menyerupai belahan otak kiri dan kanan. Kandungan omega-3, vitamin E, dan polifenol pada kenari mendukung memori, fokus, dan fungsi kognitif.
Penelitian di PMC – Nutrition & Brain menyebut konsumsi kacang kenari dapat menurunkan risiko Alzheimer.
Bulat dengan lekukan seperti ruang jantung. Likopen dan kalium dalam tomat menjaga elastisitas pembuluh darah, menurunkan kolesterol jahat (LDL), serta mengurangi tekanan darah.
Studi di PMC – Lycopene & Heart Health menunjukkan konsumsi tomat rutin berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular lebih baik.
Biji-bijinya menyerupai cabang pembuluh darah. Kaya polifenol dan nitrat alami, delima membantu memperbaiki sirkulasi darah dan menjaga elastisitas arteri.
Riset dari PMC – Pomegranate & Circulation menyebut jus delima dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.
Bentuk Irisan wortel menyerupai pupil dan lensa mata. Beta-karoten yang terdapat pada wortel ketika diubah menjadi vitamin A penting untuk menjaga retina tetap sehat dan mencegah rabun senja.
Menurut All About Vision, konsumsi wortel teratur dapat menjaga ketajaman penglihatan, meskipun bukan berarti bisa memperbaiki minus.
Menurut pedoman WHO dan Kementerian Kesehatan RI, tubuh membutuhkan minimal 400 gram buah dan sayur per hari atau setara 5 porsi.
1 porsi = 1 buah ukuran sedang (apel, jeruk, pir), atau 1 mangkuk kecil potongan buah.
Menurut para dr. Rudi Santoso, Kunci manfaat buah bukan hanya pada jumlah, tapi juga keberagaman.
Semakin bervariasi warna buah yang dikonsumsi, semakin lengkap vitamin dan antioksidan yang didapat tubuh.
Dari warna buah hingga bentuknya, buah ternyata menyimpan pesan penting bagi kesehatan.
Konsumsi buah beragam warna dan jenis setiap hari bukan sekadar menjaga tubuh tetap segar, tapi juga melindungi organ vital dari berbagai penyakit.
Dengan porsi yang cukup dan variasi yang tepat, buah bisa menjadi “obat alami” yang mudah didapat dan menyehatkan. (*/KN)
Editor: Zulvan R