
Studi menunjukkan, makan sambil terdistraksi membuat orang merasa “ada yang kurang” sehingga lebih mudah ngemil lagi setelahnya.
Dampak jangka panjang. Jika terus-menerus dilakukan, otak terbiasa mencari hiburan eksternal untuk melawan bosan.
Akibatnya, kemampuan mengatur emosi berkurang dan risiko depresi makin besar:
Sebuah laporan menyebut, orang yang rutin makan sambil menonton punya peluang hingga tiga kali lebih besar mengalami gejala depresi dibanding mereka yang makan dengan tenang.
Walau temuan ini masih butuh penelitian lanjutan, para pakar menilai wajar jika distraksi layar ikut menyeret kesehatan mental—dari pola tidur, emosi, sampai interaksi sosial.
Selain depresi, pola makan sambil menonton juga erat kaitannya dengan:
Diet buruk, karena lebih mudah memilih makanan cepat saji.
Kurang tidur berpotensi dapat merusak produktivitas sehari-hari.
Sulit memang meninggalkan kebiasaan ini, apalagi bagi mereka yang sering makan sendirian.
Tapi ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba: