Cute but Dangerous: Fakta Seram di Balik Sendal Flufly

Sandal Flufly YAng Viral Sumber: Pinterest

KALIMANTAN NEWS – Siapa sih yang nggak gemes lihat sandal berbulu alias Sendal Flufly?

Lembut, hangat, dan kelihatan lucu banget dipakai di rumah atau buat foto-foto.

Tapi, hati-hati! Di balik kenyamanannya, ternyata Flufly bisa membawa masalah serius buat kesehatan kaki kita.

Menurut keterangan medis di Halodoc dan beberapa jurnal kesehatan, alas kaki yang terlalu empuk namun minim penyangga bisa memicu gangguan mulai dari nyeri tumit sampai perubahan postur tubuh.

Lho, kok bisa? Yuk kita kupas bareng-bareng.

1. Risiko yang Mengintai di Balik Sendal Flufly

Minim Dukungan Lengkung Kaki

Sandal fluffy biasanya datar dan tidak punya penyangga.

Akibatnya, beban tubuh tidak terbagi rata dan fascia plantar (jaringan di telapak kaki) bisa meregang berlebihan.

Inilah yang sering jadi pemicu plantar fasciitis, kondisi nyeri tumit yang bikin jalan terasa sakit.

Stabilitas Rendah, Mudah Terkilir

Karena desain slip-on dan bahannya lembut, sandal ini gampang bergeser saat dipakai.

Risiko keseleo pergelangan kaki meningkat, apalagi kalau digunakan di luar rumah atau saat terburu-buru menuruni tangga.

Gesekan Bikin Lecet dan Kapalan

Awalnya empuk, tapi setelah sering dipakai, bulu sandal bisa mengeras dan menimbulkan gesekan.

Hasilnya? Blister, kapalan, hingga luka kecil yang bisa jadi pintu masuk bakteri.

Efek Domino ke Postur Tubuh

Gangguan di telapak kaki akan memengaruhi struktur tubuh secara keseluruhan.

Jika kaki tidak stabil, otomatis lutut, pinggul, dan punggung bawah ikut bekerja ekstra.

Akhirnya bisa timbul nyeri punggung atau masalah postur jangka panjang.

2. Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Bermasalah?

Kalau kamu sering pakai Flufly dan mulai muncul gejala seperti tumit nyeri atau lecet, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Istirahatkan kaki, hentikan pemakaian sandal penyebab masalah.
  2. Kompres es, tempelkan es di area yang sakit 10–15 menit, 2–3 kali sehari.
  3. Gunakan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol sesuai petunjuk dokter.
  4. Lakukan peregangan, latihan ringan seperti calf stretch bisa membantu mengurangi ketegangan otot kaki.
  5. Gunakan insole tambahan, alas kaki dengan penyangga lengkung bisa dipasang pada sandal untuk mengurangi beban.
  6. Kalau nyeri berlanjut lebih dari seminggu, segera konsultasi ke dokter spesialis ortopedi atau podiatrist.

3. Tips Memilih Sandal yang Aman dan Nyaman

Biar tetap gaya tapi juga sehat, coba perhatikan tips memilih sandal berikut:

Pilih sandal dengan penyangga lengkung (arch support)

Supaya beban tubuh terbagi merata dan tidak menekan tumit berlebihan.

Cari sol tebal dan empuk

Sol yang bisa menyerap benturan akan menjaga telapak kaki tetap nyaman meski dipakai lama.

Pastikan ada strap atau pengikat

Sandal dengan tali di bagian tumit lebih stabil dibanding slip-on biasa.

Gunakan ukuran yang pas

Hindari sandal terlalu kecil (bikin jari terjepit) atau terlalu besar (gampang selip).

Batasi pemakaian Sendal Flufly

Gunakan hanya untuk santai di rumah, bukan untuk berjalan jauh atau aktivitas berat.

Cari sandal dengan label kesehatan

Beberapa merek punya sertifikasi kesehatan kaki (seperti APMA Seal of Acceptance). Ini bisa jadi jaminan kalau sandal tersebut aman.

Lucu sih, nyaman juga. Tapi jangan sampai sendal Flufly bikin masalah buat kesehatan kakimu.

Risiko seperti nyeri tumit, lecet, hingga gangguan postur bisa muncul kalau sandal ini dijadikan alas kaki utama sehari-hari.

Pakai Flufly secukupnya, perhatikan tanda-tanda kaki mulai bermasalah, dan pilih sandal lain yang lebih ergonomis dan sehat untuk pemakaian jangka panjang.(*/KN)

Editor: Zulvan R

Baca Juga