
Saat musim dingin ekstrem di Amerika Utara, katak ini mampu membekukan hingga 65 persen cairan dalam tubuhnya.
Selama membeku, jantung mereka berhenti berdetak, pernapasan terhenti, dan tubuh terlihat seperti mati.
Rahasia katak ini terletak pada zat pelindung alami yang mereka hasilkan.
Menurut penelitian Storey & Storey (2017), tubuh katak memproduksi glukosa dan urea dalam jumlah tinggi yang berfungsi sebagai cryoprotectant.
Zat ini menjaga sel tetap aman, mencegah terbentuknya kristal es di dalam jaringan tubuh.
Begitu suhu menghangat, es mencair, jantung kembali berdetak, dan katak hidup normal lagi.
Fenomena ini membuat katak menjadi bahan riset penting di dunia medis.
Ilmuwan berharap bisa meniru mekanisme ini untuk mengawetkan organ manusia sebelum transplantasi, bahkan untuk memahami bagaimana tubuh menghadapi kondisi hipotermia.
Sementara itu, di belahan bumi lain, koala ternyata menyimpan fakta unik yang tak kalah mengejutkan.
Menurut laporan National Geographic (2015), koala memiliki sidik jari dengan pola hampir identik dengan manusia.
Garis lengkung, pusaran, hingga detail kecil di ujung jari koala begitu mirip sehingga bisa membingungkan penyelidik forensik.
Kesamaan ini diyakini muncul karena konvergen evolusi, yaitu ketika spesies berbeda mengembangkan ciri serupa untuk kebutuhan yang sama.