
KALIMANTAN NEWS – Alam bukan hanya sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup.
Tapi di dalamnya masih banyak menyimpan misteri yang belum terpecahkan maupun fakta unik yang bahkan tak disangka oleh manusia.
Misalnya saja ada hewan yang bisa bernyanyi, ada yang bisa membeku tanpa mati, bahkan ada yang punya sidik jari hampir sama dengan manusia?
Meski terdengar mustahil, penelitian ilmiah membuktikan semua itu nyata.
Inilah tiga fakta unik dari dunia hewan yang jarang terungkap:
Tikus sering dianggap hama, padahal di balik itu mereka menyimpan kemampuan mengejutkan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di PLoS Biology (2005), tikus jantan bisa mengeluarkan suara ultrasonik dengan pola tertentu saat merayu betina.
Suara ini tidak terdengar oleh manusia karena berada di frekuensi 50–80 kHz, tetapi jika diperlambat, nyanyiannya terdengar mirip kicauan burung kecil.
Para peneliti menemukan bahwa suara ini dihasilkan dari getaran laring, mirip seperti pita suara manusia.
Lebih dari sekadar keunikan, temuan ini ternyata berguna untuk penelitian neurosains.
Vokalisasi ultrasonik tikus sering dipakai untuk mempelajari cara kerja otak, komunikasi sosial, hingga gangguan seperti autisme.
Jadi, nyanyian tikus bukan hanya menarik, tapi juga membantu perkembangan ilmu kesehatan.
Berbeda dengan tikus, hewan kecil bernama wood frog (Rana sylvatica) punya trik bertahan hidup yang luar biasa.
Saat musim dingin ekstrem di Amerika Utara, katak ini mampu membekukan hingga 65 persen cairan dalam tubuhnya.
Selama membeku, jantung mereka berhenti berdetak, pernapasan terhenti, dan tubuh terlihat seperti mati.
Rahasia katak ini terletak pada zat pelindung alami yang mereka hasilkan.
Menurut penelitian Storey & Storey (2017), tubuh katak memproduksi glukosa dan urea dalam jumlah tinggi yang berfungsi sebagai cryoprotectant.
Zat ini menjaga sel tetap aman, mencegah terbentuknya kristal es di dalam jaringan tubuh.
Begitu suhu menghangat, es mencair, jantung kembali berdetak, dan katak hidup normal lagi.
Fenomena ini membuat katak menjadi bahan riset penting di dunia medis.
Ilmuwan berharap bisa meniru mekanisme ini untuk mengawetkan organ manusia sebelum transplantasi, bahkan untuk memahami bagaimana tubuh menghadapi kondisi hipotermia.
Sementara itu, di belahan bumi lain, koala ternyata menyimpan fakta unik yang tak kalah mengejutkan.
Menurut laporan National Geographic (2015), koala memiliki sidik jari dengan pola hampir identik dengan manusia.
Garis lengkung, pusaran, hingga detail kecil di ujung jari koala begitu mirip sehingga bisa membingungkan penyelidik forensik.
Kesamaan ini diyakini muncul karena konvergen evolusi, yaitu ketika spesies berbeda mengembangkan ciri serupa untuk kebutuhan yang sama.
Dalam kasus koala, sidik jari membantu mereka mencengkeram dahan pohon dengan kuat.
Bahkan, ada laporan di Australia bahwa sidik jari koala bisa berpotensi disalahartikan sebagai sidik jari manusia dalam investigasi kriminal.
Fakta ini menunjukkan bahwa dunia zoologi tidak hanya seru dipelajari, tapi juga punya implikasi nyata dalam bidang forensik modern.
Nah, dari tikus yang bisa bernyanyi, katak yang sanggup membeku lalu hidup kembali, hingga koala dengan sidik jari yang mirip manusia, semua ini membuktikan bahwa dunia hewan penuh dengan keajaiban.
Lebih dari sekadar fakta unik, penelitian tentang mereka juga membuka jalan bagi penemuan penting di bidang kesehatan, teknologi, dan ilmu kriminalistik.
Alam benar-benar tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita kagum.(*/KN)
Editor: Zulvan R