Gubernur Kalsel Terima Penghargaan UNESCO Global Geopark (UGGp) Meratus

H. Muhidin terima penghargaan UNESCO Global Geopark (UGGp) Meratus yang diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta.(MC)

JAKARTA, KALIMANTAN.NEWS – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima penghargaan UNESCO Global Geopark (UGGp) Meratus yang diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Rabu (3/12/25).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga dan mengelola kawasan Geopark Meratus secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa pengakuan internasional dari UNESCO merupakan kebanggaan besar bagi Banua sekaligus tanggung jawab untuk terus memperkuat konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di kawasan Meratus.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Isharwanto, menegaskan bahwa kawasan yang telah ditetapkan dalam jaringan geopark internasional tidak boleh diganggu, apalagi ditambang. Seluruh zona UNESCO telah didelineasi dan dipetakan secara detail untuk memastikan perlindungan kawasan secara regulatif.

“Lokasi-lokasi yang masuk UNESCO sudah didelineasi, dipetakan, dan itu tidak boleh diganggu. Tidak akan ditambang,” tegas Isharwanto, Banjarbaru, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa komitmen perlindungan ini juga datang dari pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto, katanya, menekankan pentingnya menjaga situs-situs geologi dan budaya bernilai tinggi.

“Presiden Prabowo berkomitmen menyelamatkan situs-situs berharga. Kawasan UNESCO tidak boleh diganggu,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran aktivis lingkungan terkait potensi penambangan yang dapat mengancam kawasan Meratus, Isharwanto memastikan regulasi dan pengawasan diterapkan secara ketat.

Menurutnya, penilaian UNESCO dilakukan setiap empat tahun. Jika rencana konservasi tak berjalan sesuai komitmen, status geopark dapat diturunkan menjadi “yellow card”, bahkan dicabut bila tidak ada perbaikan.

“Geopark internasional tidak boleh dibiarkan stagnan. Kalau rencana kegiatannya tidak sesuai, bisa kena yellow card dan kalau tidak diperbaiki, status UNESCO bisa hilang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh catatan UNESCO telah diperbaiki dan kondisi Geopark Meratus dinilai baik. Penghargaan ini, lanjutnya, mendorong komitmen dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus penguatan ekonomi lokal berbasis konservasi.

Acara penyerahan penghargaan dihadiri dua menteri, empat gubernur, dua belas bupati, serta berbagai tokoh pemangku kepentingan bidang konservasi dan pengembangan masyarakat.

“Kita mendorong ekonomi lokal berbasis konservasi. Penghargaan ini memperkuat komitmen menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (MC/en/KN)

#global geopark

Baca Juga