
Fenomena lain yang dikenal sebagai Michelangelo phenomenon juga menunjukkan bahwa pasangan yang suportif bisa membantu kita menjadi versi terbaik diri sendiri.
Hal ini membuat cinta terasa lebih sehat, bukan sekadar ketergantungan.
Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships (2020) menunjukkan bahwa 78% pasangan yang memberi ruang pribadi satu sama lain merasa lebih puas dengan hubungan dibanding pasangan yang selalu bersama tanpa jeda.
Artinya, jarak yang sehat justru memperkuat ikatan emosional.
Hal-hal ini membuat seseorang tetap merasa berkembang, sehingga hadir dalam hubungan dengan energi positif, bukan sekadar bergantung.
Agar cinta tetap sehat tanpa kehilangan jati diri, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan: