
KALIMANTAN NEWS – Banyak orang ingin terlihat bersikap cuek, alias tidak terlalu peduli pada komentar negatif, drama, atau omongan orang.
Sayangnya, kenyataannya tidak semudah itu.
Ada yang baru berniat diam, eh malah kepikiran terus.
Ada pula yang ingin menahan diri agar terlihat “dingin”, tapi akhirnya tetap merespons dengan emosi. Mengapa bisa begitu?
Jika pikiran masih dipenuhi pertanyaan “apa kata mereka”, maka sulit untuk betul-betul masa bodoh.
Orang yang overthinking biasanya paling mudah gagal dalam bersikap cuek.
Bagi orang dengan tingkat empati tinggi, sikap cuek terasa tidak alami.
Dorongan untuk membela diri atau memberi respons sering kali lebih kuat.
Cuek sebenarnya bukan berarti tidak punya perasaan, tapi soal mengendalikan respon.
Penelitian psikologi menjelaskan bahwa regulasi emosi melibatkan strategi seperti reappraisal (mengubah cara pandang) atau detachment (mengambil jarak secara mental).
Jika keterampilan ini belum terlatih, kita akan mudah terbawa suasana.