
Selain kebakaran, banjir juga menjadi bencana rutin yang dihadapi warga, terutama ketika debit Sungai Barito dan Sungai Martapura meningkat pada musim hujan.
Data BPBD Kalimantan Selatan pada 2024 mencatat lebih dari 150 kejadian bencana, dengan banjir sebagai kasus paling dominan.
Dalam kondisi darurat, informasi cepat bisa menyelamatkan nyawa.
Grup ERC Respon hadir sebagai solusi berbasis komunitas.
Dengan anggota yang tersebar di berbagai wilayah, laporan darurat dapat segera diteruskan.
Misalnya, ketika terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan A. Yani, informasi bisa tersebar dalam hitungan menit kepada pengendara lain, relawan, hingga aparat terkait.
Tidak hanya sebagai media laporan darurat, ERC Respon juga berfungsi sebagai pusat edukasi.
Anggota kerap membagikan materi tentang:
Keberadaan grup ERC Respon membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktor aktif dalam sistem tanggap darurat.
Ada beberapa manfaat nyata yang dirasakan anggota grup ERC Respon, di antaranya: