Jangan Asal Pencet Jerawat, Risikonya Bisa Ngeri

Ilustrasi Seorang Gadis Sedang Memencet Jerawat

KALIMANTAN NEWS – Banyak orang merasa tergoda untuk memencet jerawat yang muncul di wajah.

Rasanya memang terkesan sangat melegakan ketika isi jerawat keluar, seolah masalah selesai.

Padahal, para ahli dermatologi mengingatkan, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan masalah baru yang lebih serius bagi kulit.

Risiko yang Mengintai

Memencet Pimple tidak hanya membuat kulit terasa perih, tetapi juga bisa meninggalkan bekas luka permanen.

Menurut American Academy of Dermatology, tindakan ini berisiko merusak jaringan kulit hingga menimbulkan bopeng atau flek hitam yang sulit hilang.

Selain itu, ketika yang dengan tangan kotor dapat memperbesar peluang infeksi.

Dilansir dari Halodoc, bakteri bisa masuk lebih dalam ke kulit sehingga membuat Pimple semakin meradang.

Pada beberapa kasus, peradangan ini justru menyebar dan membuat jerawat tumbuh lebih banyak.

Yang lebih berbahaya, jerawat yang berada di area segitiga wajah dari hidung hingga sudut bibir tidak boleh dipencet sembarangan.

Infeksi di daerah ini bisa menjalar ke pembuluh darah menuju otak. Meski jarang terjadi, risikonya bisa sangat fatal.

 Kenapa Bisa Muncul?

Jerawat terbentuk akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, sumbatan pori-pori, bakteri, hingga perubahan hormon.

Gaya hidup dan kebiasaan juga ikut berpengaruh, seperti pola makan tinggi gula atau susu, stres, kurang tidur, sampai penggunaan kosmetik yang tidak sesuai jenis kulit.

Kapan Harus ke Dokter?

Jerawat ringan biasanya bisa diatasi dengan perawatan rumahan.

Namun, ada kondisi tertentu yang sebaiknya segera ditangani dokter kulit, misalnya:

  1. Berbentuk benjolan besar, nyeri, dan dalam (nodul atau kistik).
  2. Menyebar luas dan tidak kunjung membaik meski sudah diberi obat bebas.
  3. Muncul bekas luka atau flek hitam parah.
  4. Ketika membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri hingga mengganggu kesehatan mental.

Cara Mencegah Jerawat

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana bisa membantu menjaga kulit tetap sehat:

  1. Rutin cuci muka dua kali sehari dengan pembersih lembut.
  2. Gunakan produk skincare atau makeup yang berlabel non-comedogenic.
  3. Hindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor.
  4. Kelola stres dan cukup tidur.
  5. Perhatikan pola makan dengan mengurangi makanan berminyak, gula, dan susu.
  6. Ganti sarung bantal dan handuk wajah secara teratur.

Penanganan Jerawat yang Benar

Daripada dipencet, sebaiknya ditangani dengan cara-cara yang lebih aman:

  1. Gunakan obat topikal dengan kandungan benzoyl peroxide, salicylic acid, atau retinoid.
  2. Kompres hangat untuk membantu jerawat matang lebih cepat tanpa dipencet.
  3. Cuci wajah dengan sabun lembut dan hindari menggosok terlalu keras.
  4. Gunakan pelembap non-komedogenik untuk menjaga kelembapan kulit.
  5. Hindari menyentuh agar peradangan tidak bertambah parah.
  6. Konsultasi ke dokter kulit bila bertambah parah, meradang, atau membandel.

Memencetnya mungkin terasa seperti solusi instan, tetapi risikonya jauh lebih besar dibanding manfaatnya.

Cara terbaik adalah merawat kulit secara konsisten dan sabar.

Bila jerawat sudah parah atau menimbulkan gangguan psikologis, jangan ragu mencari bantuan medis.

Kulit sehat butuh proses, bukan jalan pintas yang berbahaya.(*/KN)

Editor: Zulvan R

Baca Juga