
Meski tidak seintens lari atau gym, jalan kaki tetap membakar kalori. Dalam 30 menit, seseorang dengan berat badan rata-rata bisa membakar sekitar 150–200 kalori.
Lebih dari itu, jalan kaki juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mengontrol kadar gula darah, yang sangat penting untuk pencegahan diabetes tipe 2.
Berjalan kaki, terutama di ruang terbuka seperti taman atau sekitar perumahan yang hijau, terbukti meningkatkan suasana hati. Produksi hormon endorfin meningkat, sehingga rasa cemas, stres, dan kelelahan mental berkurang.
Tidak heran jika banyak psikolog merekomendasikan aktivitas fisik ringan ini sebagai terapi alami untuk mengelola gejala depresi ringan hingga sedang.
Berjalan secara rutin membantu menguatkan otot kaki, bokong, dan punggung bawah. Ini sangat bermanfaat terutama bagi orang tua, karena dapat menjaga mobilitas dan mencegah risiko jatuh akibat melemahnya otot dan sendi.
Aktivitas fisik ringan seperti jalan juga berpengaruh pada pola tidur. Tubuh yang cukup aktif di siang hari akan lebih mudah merasa lelah secara alami di malam hari, sehingga kualitas tidur pun meningkat.