
KALIMANTAN NEWS – Tahukah kamu bahwa hati manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk tumbuh kembali meski sebagian jaringannya hilang atau rusak?
Fakta ini bukan sekadar mitos, melainkan sudah terbukti dalam dunia medis modern.
Menurut jurnal Seminars in Liver Disease (2002), hati mampu beregenerasi hingga 70 persen dari ukuran normalnya.
Proses ini terjadi melalui pembelahan cepat sel-sel hati yang disebut hepatosit.
Tidak heran jika hati sering dijuluki sebagai pabrik tubuh paling tangguh.
Kemampuan regenerasi hati juga dibuktikan dalam praktik medis nyata.
Misalnya pada prosedur transplantasi hati parsial, sebagian organ dari pendonor bisa dipindahkan ke pasien.
Hebatnya, dalam hitungan beberapa bulan, baik hati pendonor maupun penerima dapat kembali ke ukuran normal.
“Regenerasi hati merupakan mekanisme biologis unik yang membuat organ ini berbeda dibanding organ vital lainnya,” tulis laporan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).
Bahkan, proses ini membantu pasien yang mengalami kerusakan akibat hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, atau penyakit hati kronis lainnya.
Menurut publikasi Journal of Hepatology (2019), gaya hidup sehat dapat mendukung proses ini. Beberapa cara yang disarankan antara lain:
Sayangnya, kemampuan unik hati ini tidak selalu berjalan mulus. Beberapa faktor yang dapat memperlambat regenerasi antara lain:
Tidak selalu. Menurut laporan Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology (2017), regenerasi hati lebih fokus pada pemulihan ukuran dan massa daripada 100% fungsi awalnya.
Artinya dalam kondisi sehat, hati yang tumbuh kembali biasanya bisa menjalankan fungsi utamanya dengan baik (menyaring racun, memproduksi protein, mengatur metabolisme).
Namun pada pasien dengan kerusakan kronis (misalnya sirosis), jaringan yang tumbuh sering berupa jaringan parut (fibrosis), bukan jaringan hati sehat. Akibatnya, fungsi hati bisa berkurang meski ukurannya kembali normal.
Jadi, regenerasi bukan jaminan hati akan “baru” sepenuhnya. Ada kemungkinan minus bila kerusakan sudah parah sejak awal.(*/KN)
Editor: Zulvan R