Muncul Istilah Baru Otrovert : Kepribadian yang Berbeda dari Introvert dan Extrovert

Kepribadian Baru

Sedangkan otrovert memiliki karakter unik, mereka bisa ikut bersosialisasi, tetapi di dalam hati tetap merasa berbeda.

Mereka tidak menolak interaksi sosial, namun juga tidak mendapatkan rasa kebersamaan yang sama seperti orang lain.

Banyak orang mungkin mengira otrovert itu kelemahan.

Padahal, menurut Kaminski, justru di situlah letak kekuatan mereka.

Otrovert biasanya lebih mandiri, kreatif, dan mampu berpikir di luar kebiasaan.

Namun, tantangannya juga ada. Otrovert bisa disalahartikan sebagai orang pemalu, antisosial, atau tidak mau ikut kerja sama.

Mereka pun bisa merasa terisolasi di budaya yang menekankan pentingnya kebersamaan.

Walau istilah otrovert masih baru, penelitian tentang kepribadian menunjukkan bahwa keragaman sifat sosial memang lebih kompleks dari sekadar introvertextrovert.

Kepribadian manusia tidak pernah benar-benar dikotakan hanya dalam dua kategori.

Banyak individu menunjukkan pola perilaku campuran dan unik, yang menantang dikotomi tradisional introvert–ekstrovert (Journal of Personality Research, 2023).

Selain itu, sebuah studi dalam Frontiers in Psychology (2022) juga menemukan bahwa rasa keterhubungan sosial (sense of belonging) memiliki dampak besar pada kesehatan mental.

Namun tidak semua individu merasakannya dengan cara yang sama.

Inilah yang membuat konsep seperti otrovert semakin relevan dibicarakan.

Halaman: 1 2 3
Baca Juga