
KALIMANTAN NEWS – Pernahkah kamu merasa lebih sering digigit nyamuk dibanding orang lain?
Padahal kalian berdua sama-sama berada di suatu tempat yang banyak nyamuknya sama.
Ternyata hal ini bukan cuma perasaan.
Secara ilmiah, nyamuk memang bisa pilih-pilih darah manusia.
Table of Contents
ToggleNamun, alasan mereka menggigit seseorang ternyata lebih rumit dari sekadar keberuntungan.
Yuk, kita kupas tuntas hasil penelitian ilmiah seputar ini.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa golongan darah memang berpengaruh terhadap ketertarikan nyamuk:
Dalam banyak penelitian, nyamuk lebih suka darah golongan O dibanding A.
Bahkan, pada kondisi terkendali, jumlah nyamuk yang mendarat di orang bergolongan O hampir dua kali lipat dibanding A.
Studi laboratorium dengan nyamuk Anopheles stephensi menemukan bahwa golongan B lebih disukai karena mendukung jumlah telur lebih banyak dan tingkat kesuburan nyamuk lebih tinggi.
Umumnya lebih jarang dipilih dibanding O atau B.
Artinya, golongan darah memang punya pengaruh, tetapi hasilnya bisa berbeda tergantung jenis nyamuk dan lingkungan penelitian.
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang dengan golongan darah A dan AB cenderung lebih jarang digigit dibanding O atau B. Penyebabnya antara lain:
Golongan darah memengaruhi senyawa kimia yang dikeluarkan lewat keringat, seperti asam laktat dan amonia.
Orang bergolongan darah A/AB cenderung menghasilkan lebih sedikit senyawa pemikat nyamuk, sehingga peluangnya lebih kecil digigit.
Selain golongan darah, ada banyak faktor yang ternyata lebih kuat memengaruhi daya tarik kita di mata nyamuk.
Nyamuk bisa mendeteksi gas yang kita keluarkan saat bernapas.
Semakin banyak CO₂ (misalnya saat olahraga atau bernapas lebih cepat), semakin besar peluang nyamuk mendekat.
2. Aroma Tubuh dan Bakteri Kulit
Senyawa kimia seperti asam laktat, amonia, dan karboksilat yang keluar bersama keringat bisa jadi magnet nyamuk.
Komposisi bakteri kulit juga berbeda tiap orang, sehingga sebagian orang lebih menarik di mata nyamuk.
3. Suhu Tubuh
Tubuh yang hangat lebih mudah dilacak. Itulah kenapa orang habis olahraga lebih sering jadi sasaran gigitan.
4. Warna Pakaian
Nyamuk tertarik pada warna gelap seperti hitam, biru tua, dan merah karena kontras visual yang jelas dibanding lingkungan sekitar.
5. Kondisi Fisiologis
Ibu hamil lebih sering digigit nyamuk karena suhu tubuh meningkat dan napas lebih dalam.
6. Konsumsi alkohol
Juga membuat suhu tubuh naik, sehingga menarik perhatian nyamuk.
Nyamuk memang bisa pilih-pilih darah.
Golongan O terbukti lebih sering jadi sasaran, sementara golongan B juga menarik bagi jenis nyamuk tertentu.
Namun, golongan darah bukanlah satu-satunya faktor.
Aroma tubuh, suhu, CO₂, hingga warna pakaian justru lebih menentukan kenapa kamu bisa jadi magnet nyamuk.
Kalau kamu sering digigit, jangan langsung salahkan golongan darahmu
Bisa jadi gaya hidup dan kondisi tubuhmu lah yang bikin nyamuk betah mendekat. (*/KN)
Editor: Zulvan R