
BANJARBARU, KALIMANTAN NEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat menggelar Pameran Temporer ke-2 bertema Duit Kertas: Lembaran Usang Penuh Arti dan Harapan.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya edukasi bagi generasi muda tentang sejarah serta budaya perekonomian masyarakat di masa lalu.
Pameran berlangsung selama kurang lebih satu bulan di Banjarbaru dan mendapat sambutan positif.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, menyampaikan apresiasi kepada UPTD Museum Lambung Mangkurat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Uang tidak hanya sekedar alat transaksi. Dari uang kertas kita juga bisa mempelajari bagaimana gambaran kebudayaan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dulu,” ujar Hilda usai pembukaan pameran, Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan, pameran ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan tokoh Pahlawan Nasional asal Kalimantan Selatan yang tercantum dalam lembaran uang kertas.
“Dan kita turut bangga, karena ada dua tokoh Pahlawan Nasional Kalimantan Selatan yakni Pangeran Antasari, dan Dr. Idham Chalid yang diabadikan dalam uang kertas,” tuturnya.
Selain itu, melalui pameran ini diharapkan generasi muda semakin menghargai peran uang kertas, tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sejarah dan budaya bangsa.
Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Taufik Akbar, menegaskan pameran tersebut merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam melestarikan nilai-nilai sejarah.
“Pameran ini adalah salah satu upaya kami untuk menjaga dan mengenalkan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam uang kertas kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ucapnya.(MC/zr/KN)