
5. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa jadi bukan sekadar “kurang cinta”, melainkan sinyal adanya luka batin atau gangguan psikologis yang tidak disadari.
Perselingkuhan hampir selalu menimbulkan luka mendalam, baik bagi korban maupun pelaku.
Beberapa dampak psikologis yang umum terjadi antara lain:
Kepercayaan yang sudah dibangun bertahun-tahun bisa runtuh hanya karena satu kali perselingkuhan. Hubungan jadi rapuh, penuh kecurigaan, dan sulit kembali seperti semula.
2. Rasa cemas dan trauma emosional
Korban sering mengalami kecemasan berlebih, flashback, bahkan gejala mirip PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).
Mereka bisa merasa takut untuk menjalin hubungan baru atau membuka hati lagi.
3. Siklus konflik berulang yang sulit diselesaikan
Biasanya cheating meninggalkan luka yang terus terbawa dalam interaksi sehari-hari.
Pertengkaran bisa terjadi berulang kali, bahkan setelah pasangan mencoba memaafkan.
4. Menyebabkan korban meragukan harga dirinya (insecure)
Banyak korban yang akhirnya menyalahkan diri sendiri, merasa tidak cukup baik, atau mempertanyakan nilai dirinya.
Perasaan insecure ini bisa merusak kesehatan mental dan menurunkan kepercayaan diri dalam jangka panjang.
Bagi pelaku, perselingkuhan juga tidak selalu membawa kebahagiaan.
Banyak yang justru merasa bersalah, hampa, atau makin tidak puas karena masalah utamanya tetap tidak terselesaikan.