
Di Indonesia, survei oleh Halodoc (2023) menunjukkan bahwa banyak anak sulung mengalami gejala burnout karena merasa harus jadi jembatan komunikasi antara orangtua dan adik-adiknya.
Mandiri, disiplin, sering memikul tanggung jawab besar. Tapi rentan stres, perfeksionis, dan merasa bersalah kalau gagal.
Fleksibel, pandai menengahi konflik, punya keterampilan sosial tinggi. Namun bisa merasa terabaikan atau “kurang spesial”.
Lebih bebas, ceria, sering dimanja. Tapi cenderung lebih sulit mandiri dan tidak terbiasa dengan tekanan berat.
Table of Contents
ToggleDari perbandingan ini terlihat, anak pertama lebih cepat dewasa, anak tengah lebih adaptif, dan anak bungsu lebih ekspresif.
Psikolog keluarga Dr. Kevin Leman (penulis The Birth Order Book) menyebut anak sulung sebagai “miniatur orangtua”, karena sering dipaksa lebih cepat dewasa.
Hal ini membentuk kepribadian mandiri, tapi juga berisiko menimbulkan tekanan batin.