Sindrom Anak Pertama: Mandiri Sejak Dini, Rentan Stres di Kemudian Hari

Ilustrasi Anak Pertama Dengan Tanggung Jawab Adik -Adiknya

Di Indonesia, survei oleh Halodoc (2023) menunjukkan bahwa banyak anak sulung mengalami gejala burnout karena merasa harus jadi jembatan komunikasi antara orangtua dan adik-adiknya.

Perbandingan dengan Anak Tengah dan Bungsu

  1. Anak Pertama

Mandiri, disiplin, sering memikul tanggung jawab besar. Tapi rentan stres, perfeksionis, dan merasa bersalah kalau gagal.

  1. Anak Tengah

Fleksibel, pandai menengahi konflik, punya keterampilan sosial tinggi. Namun bisa merasa terabaikan atau “kurang spesial”.

  1. Anak Bungsu

Lebih bebas, ceria, sering dimanja. Tapi cenderung lebih sulit mandiri dan tidak terbiasa dengan tekanan berat.

Dari perbandingan ini terlihat, anak pertama lebih cepat dewasa, anak tengah lebih adaptif, dan anak bungsu lebih ekspresif.

Dampak Psikologis Sindrom Anak Pertama

  1. Perfeksionisme berlebihan. Takut salah, takut gagal, sehingga mudah stres.
  2. Kecemasan sosial. Merasa harus selalu memberi contoh baik.
  3. Burnout emosional. Lelah karena merasa tidak punya ruang untuk jadi “anak kecil”.
  4. Rasa bersalah yang tinggi. Bahkan ketika ingin istirahat, sering merasa egois.

Pendapat Ahli

Psikolog keluarga Dr. Kevin Leman (penulis The Birth Order Book) menyebut anak sulung sebagai “miniatur orangtua”, karena sering dipaksa lebih cepat dewasa.

Hal ini membentuk kepribadian mandiri, tapi juga berisiko menimbulkan tekanan batin.

Halaman: 1 2 3
Baca Juga