
KALIMANTAN NEWS –Pernah merasa risih karena telapak kaki berkeringat terus menerus, bahkan saat tidak sedang berolahraga?
Kondisi ini cukup umum dan dikenal dengan istilah plantar hyperhidrosis, yaitu produksi keringat berlebih di area telapak kaki.
Meski sering dianggap sepele, masalah ini bisa mengganggu kenyamanan, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memicu masalah kesehatan lain.
Diperkirakan sekitar 3 persen populasi dunia mengalami hyperhidrosis, dengan sebagian besar kasus terjadi pada telapak tangan dan kaki.
Kelenjar keringat di telapak kaki jumlahnya lebih dari 250 ribu per kaki, menjadikannya salah satu area tubuh yang paling aktif mengeluarkan keringat.
Kondisi ini tidak berbahaya, tapi bisa memicu komplikasi seperti infeksi jamur, luka, hingga bau kaki kronis jika tidak dirawat.
Telapak kaki memang memiliki kelenjar keringat paling banyak dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Namun, pada sebagian orang, kelenjar ini bekerja terlalu aktif. Beberapa faktor pemicu antara lain:
jika terus terusan terjadi dan diabaikan bisa menimbulkan masalah baru seperti :
Untuk mengurangi rasa risih dan mencegah masalah kesehatan, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
3. Campurkan baking soda atau garam epsom ke air rendaman untuk menyeimbangkan pH kulit.
4. Kompres dingin untuk menyegarkan kaki dan mengurangi rasa gatal.
5. Kelola stres dengan relaksasi, karena emosi berlebihan bisa memperparah produksi keringat.
Jika telapak kaki berkeringat sampai sangat mengganggu aktivitas, menimbulkan infeksi jamur berulang, atau tidak membaik dengan perawatan sederhana, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Beberapa pilihan medis yang bisa direkomendasikan antara lain:
3. Suntikan botox untuk menghambat saraf pemicu keringat.
Telapak kaki berkeringat memang bikin risih, tapi dengan perawatan sederhana, tips rumahan, dan pencegahan jangka panjang, kondisi ini bisa dikendalikan.
Kuncinya ada pada kebersihan, pemilihan alas kaki, serta gaya hidup yang mendukung kesehatan kulit kaki.
Jika keluhan tak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk solusi yang lebih tepat.(*/KN)
Editor: Zulvan R