Telapak Kaki Berkeringat Bikin Risih? Ini Penyebab, Fakta Kesehatan dan Tips 5 Mengatasinya

Ilustrasi Seorang Anak Laki-Laki Yang Tergsnggu Karena Kakinya Basah

KALIMANTAN NEWS –Pernah merasa risih karena telapak kaki  berkeringat terus menerus, bahkan saat tidak sedang berolahraga?

Kondisi ini cukup umum dan dikenal dengan istilah plantar hyperhidrosis, yaitu produksi keringat berlebih di area telapak kaki.

Meski sering dianggap sepele, masalah ini bisa mengganggu kenyamanan, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memicu masalah kesehatan lain.

Fakta Medis tentang Telapak Kaki Berkeringat

Diperkirakan sekitar 3 persen populasi dunia mengalami hyperhidrosis, dengan sebagian besar kasus terjadi pada telapak tangan dan kaki.

Kelenjar keringat di telapak kaki jumlahnya lebih dari 250 ribu per kaki, menjadikannya salah satu area tubuh yang paling aktif mengeluarkan keringat.

Kondisi ini tidak berbahaya, tapi bisa memicu komplikasi seperti infeksi jamur, luka, hingga bau kaki kronis jika tidak dirawat.

Mengapa Telapak Kaki Bisa Berkeringat Berlebihan?

Telapak kaki memang memiliki kelenjar keringat paling banyak dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Namun, pada sebagian orang, kelenjar ini bekerja terlalu aktif. Beberapa faktor pemicu antara lain:

  1. Genetik  bawaan sejak lahir.
  2. Stres atau cemas
  3. Sepatu dan kaus kaki tertutup yang tidak menyerap keringat.
  4. Perubahan hormon  misalnya pada masa pubertas.

jika terus terusan terjadi dan diabaikan bisa menimbulkan masalah baru seperti :

  1. Bau kaki karena bakteri dan jamur tumbuh di lingkungan lembap.
  2. Infeksi jamur (athlete’s foot) yang menimbulkan gatal, kulit pecah-pecah, dan perih.
  3. Lecet dan iritasi kulit akibat gesekan antara kulit basah dengan alas kaki.

Tips Mengatasi Telapak Kaki Berkeringat

Untuk mengurangi rasa risih dan mencegah masalah kesehatan, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan kaus kaki berbahan katun atau serat bambu yang menyerap keringat lebih baik.
  2. Ganti kaus kaki minimal sekali sehari, lebih sering jika kaki sangat berkeringat.
  3.  Pilih sepatu yang “bernapas”, seperti kulit asli atau mesh, bukan plastik atau karet.
  4. Jaga kebersihan kaki dengan mencuci menggunakan sabun antibakteri dan mengeringkan hingga sela-sela jari.
  5.  Gunakan bedak kaki atau antiperspirant khusus untuk mengurangi kelembapan.

Coba perawatan rumahan

  1. Rendam kaki dengan teh hitam (tannin membantu menyempitkan pori-pori).
  2. Gunakan cuka apel untuk efek antibakteri dan mengurangi bau.

3.  Campurkan baking soda atau garam epsom ke air rendaman untuk menyeimbangkan pH kulit.

4. Kompres dingin untuk menyegarkan kaki dan mengurangi rasa gatal.

5. Kelola stres dengan relaksasi, karena emosi berlebihan bisa memperparah produksi keringat.

Pencegahan Jangka Panjang

  1. Hindari memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut, beri waktu agar kering.
  2. Gunakan silica gel atau shoe dryer di dalam sepatu agar tidak lembap.
  3. Simpan sepatu di tempat kering dan berventilasi baik.
  4. Gunakan sandal atau alas kaki terbuka saat di rumah agar kaki bisa “bernapas”.
  5. Perhatikan pola makan, batasi makanan pedas, kafein, dan alkohol yang bisa memicu keringat berlebih.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika telapak kaki berkeringat sampai sangat mengganggu aktivitas, menimbulkan infeksi jamur berulang, atau tidak membaik dengan perawatan sederhana, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Beberapa pilihan medis yang bisa direkomendasikan antara lain:

  1. Obat antiperspirant resep.
  2. Terapi iontophoresis (arus listrik ringan untuk mengurangi keringat).

3. Suntikan botox untuk menghambat saraf pemicu keringat.

Telapak kaki berkeringat memang bikin risih, tapi dengan perawatan sederhana, tips rumahan, dan pencegahan jangka panjang, kondisi ini bisa dikendalikan.

Kuncinya ada pada kebersihan, pemilihan alas kaki, serta gaya hidup yang mendukung kesehatan kulit kaki.

Jika keluhan tak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk solusi yang lebih tepat.(*/KN)

Editor: Zulvan R

Baca Juga