Waspada Cacingan : Gejala, Penyebab, Bahaya dan 7 Pencegahan Efektif

Ilustrasi Seorang gadis Kecil Terinfeksi cacing

KALIMANTAN NEWSCacingan adalah penyakit infeksi parasit yang masih banyak ditemui di Indonesia, terutama pada anak-anak.

Meski sering dianggap sepele, cacingan dapat menyebabkan anemia, stunting, hingga gangguan tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan baik.

Menurut Halodoc dan sejumlah jurnal medis, infeksi ini umumnya terjadi akibat masuknya telur cacing melalui makanan, minuman, atau tanah yang terkontaminasi.

Seberapa Banyak Kasus Cacingan di Indonesia?

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi kecacingan di Indonesia masih berkisar 20–50 persen, terutama pada anak usia sekolah dasar di daerah pedesaan.

WHO juga menegaskan bahwa soil-transmitted helminthiasis (STH) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara tropis.

Gejala Cacingan yang Perlu Dikenali

  1. Perut terasa kembung atau sakit
  2. Nafsu makan menurun
  3. Berat badan sulit naik
  4. Mudah lelah dan lesu
  5. Gatal di area anus, terutama pada malam hari
  6. Pada anak, bisa menyebabkan konsentrasi terganggu dan pertumbuhan terhambat

Siapa yang Paling Rentan?

  1. Anak-anak usia balita dan sekolah dasar

2. Pekerja yang sering kontak dengan tanah (petani, buruh)

3. Masyarakat di daerah dengan sanitasi buruk

4. Orang yang terbiasa tidak memakai alas kaki

Jenis Cacing dan Penyebab Cacingan

  1. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)  masuk melalui konsumsi makanan/minuman tercemar.
  2. Cacing kremi (Enterobius vermicularis)  menular lewat telur mikroskopis yang mudah tersebar.
  3. Cacing tambang (Ancylostoma duodenale) larva menembus kulit, biasanya lewat telapak kaki tanpa alas.
  4. Cacing pita (Taenia sp.)  berasal dari daging sapi atau babi yang kurang matang.

Bahaya Cacingan Jika Tidak Diobati

Jurnal medis internasional mencatat bahwa infeksi cacing berhubungan dengan peningkatan risiko stunting hingga 44% pada anak-anak.

Dampak lain yang dapat muncul adalah:

  1. Kekurangan gizi
  2. Anemia
  3. Gangguan perkembangan kognitif
  4. Sumbatan usus pada kasus berat

Apakah Cacingan Bisa Menyebabkan Kematian?

Meskipun jarang, cacingan dapat berujung pada kematian jika terjadi komplikasi berat.

Beberapa kondisi berbahaya yang bisa memicu kematian antara lain:

  1. Sumbatan usus akibat gumpalan cacing gelang dalam jumlah banyak
  2. Anemia berat karena cacing tambang menghisap darah dalam jangka panjang
  3. Malnutrisi parah yang menurunkan daya tahan tubuh
  4. Migrasi cacing ke organ vital, seperti hati, saluran empedu, pankreas, atau paru-paru

Menurut WHO, kasus kematian akibat cacingan memang jarang terjadi, tetapi tetap mungkin, terutama pada anak-anak di daerah endemis dengan sanitasi yang buruk.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI rutin mengadakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacing di sekolah dasar dan posyandu, minimal dua kali setahun.

Program ini penting agar anak-anak mendapatkan perlindungan menyeluruh, meski mereka tidak menunjukkan gejala.

Untuk pengobatan Dokter biasanya memberikan obat anthelmintik seperti albendazole atau mebendazole.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan efektivitas obat tertentu masih terbatas untuk beberapa jenis cacing, sehingga strategi kombinasi, perbaikan sanitasi, dan edukasi kesehatan perlu dilakukan bersamaan.

Pencegahan Cacingan di Rumah

  1. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet
  2. Memasak makanan hingga matang sempurna

3. Menggunakan alas kaki saat berada di tanah atau area lembap

4. Menjaga kebersihan kuku dan tidak menggigit kuku

5. Mencuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum dikonsumsi

6. Merebus air minum jika tidak yakin kebersihannya

7. Minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali sesuai anjuran dokter.

Cacingan bukan hanya masalah kebersihan pribadi, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat.

Dengan perilaku hidup bersih, sanitasi yang baik, serta pengobatan dan pencegahan teratur, risiko penyakit ini bisa ditekan.

Program obat cacing massal dari pemerintah juga menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari dampak jangka panjang cacingan, termasuk risiko komplikasi serius yang berpotensi mematikan.(*/KN)

Editor: Zulvan R

Baca Juga