
KALIMANTAN NEWS – Cacingan adalah penyakit infeksi parasit yang masih banyak ditemui di Indonesia, terutama pada anak-anak.
Meski sering dianggap sepele, cacingan dapat menyebabkan anemia, stunting, hingga gangguan tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan baik.
Menurut Halodoc dan sejumlah jurnal medis, infeksi ini umumnya terjadi akibat masuknya telur cacing melalui makanan, minuman, atau tanah yang terkontaminasi.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi kecacingan di Indonesia masih berkisar 20–50 persen, terutama pada anak usia sekolah dasar di daerah pedesaan.
Table of Contents
ToggleWHO juga menegaskan bahwa soil-transmitted helminthiasis (STH) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara tropis.
2. Pekerja yang sering kontak dengan tanah (petani, buruh)
3. Masyarakat di daerah dengan sanitasi buruk
4. Orang yang terbiasa tidak memakai alas kaki
Jurnal medis internasional mencatat bahwa infeksi cacing berhubungan dengan peningkatan risiko stunting hingga 44% pada anak-anak.
Dampak lain yang dapat muncul adalah:
Meskipun jarang, cacingan dapat berujung pada kematian jika terjadi komplikasi berat.
Beberapa kondisi berbahaya yang bisa memicu kematian antara lain:
Menurut WHO, kasus kematian akibat cacingan memang jarang terjadi, tetapi tetap mungkin, terutama pada anak-anak di daerah endemis dengan sanitasi yang buruk.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI rutin mengadakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacing di sekolah dasar dan posyandu, minimal dua kali setahun.
Program ini penting agar anak-anak mendapatkan perlindungan menyeluruh, meski mereka tidak menunjukkan gejala.
Untuk pengobatan Dokter biasanya memberikan obat anthelmintik seperti albendazole atau mebendazole.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan efektivitas obat tertentu masih terbatas untuk beberapa jenis cacing, sehingga strategi kombinasi, perbaikan sanitasi, dan edukasi kesehatan perlu dilakukan bersamaan.
3. Menggunakan alas kaki saat berada di tanah atau area lembap
4. Menjaga kebersihan kuku dan tidak menggigit kuku
5. Mencuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum dikonsumsi
6. Merebus air minum jika tidak yakin kebersihannya
7. Minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali sesuai anjuran dokter.
Cacingan bukan hanya masalah kebersihan pribadi, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat.
Dengan perilaku hidup bersih, sanitasi yang baik, serta pengobatan dan pencegahan teratur, risiko penyakit ini bisa ditekan.
Program obat cacing massal dari pemerintah juga menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari dampak jangka panjang cacingan, termasuk risiko komplikasi serius yang berpotensi mematikan.(*/KN)
Editor: Zulvan R