
KALIMANTAN NEWS – Kulit gatal sering dianggap hal sepele. Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena alergi makanan, sabun, atau perubahan cuaca.
Padahal, gatal pada kulit juga bisa jadi pertanda adanya infeksi cacing di dalam tubuh.
Kondisi ini tidak boleh diremehkan, terutama karena cacingan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya pada anak-anak.
Data penelitian menunjukkan prevalensi anak yang mengalami cacingan masih cukup tinggi di berbagai daerah.
Bahkan ada wilayah dengan angka infeksi mencapai lebih dari 40 persen.
Itu sebabnya, memahami gejala awal seperti kulit gatal bisa membantu deteksi lebih dini sebelum kondisi semakin parah.
Beberapa cacing yang hidup di usus bisa memicu reaksi alergi.
Tubuh menganggap zat sisa metabolisme cacing sebagai benda asing, lalu muncullah reaksi berupa gatal, ruam merah, atau bentol mirip biduran.
Ada juga jenis cacing yang langsung menyerang kulit.
Misalnya Cutaneous Larva Migrans, ketika larva cacing masuk ke kulit dan membentuk jalur merah berliku-liku yang terasa sangat gatal.
Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berjalan tanpa alas kaki di tanah atau pasir yang terkontaminasi.
Kulit gatal akibat cacingan biasanya tidak datang sendirian. Ada beberapa tanda lain yang ikut muncul, antara lain: