
KALIMANTAN NEWS – Kulit gatal sering dianggap hal sepele. Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena alergi makanan, sabun, atau perubahan cuaca.
Padahal, gatal pada kulit juga bisa jadi pertanda adanya infeksi cacing di dalam tubuh.
Kondisi ini tidak boleh diremehkan, terutama karena cacingan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya pada anak-anak.
Data penelitian menunjukkan prevalensi anak yang mengalami cacingan masih cukup tinggi di berbagai daerah.
Bahkan ada wilayah dengan angka infeksi mencapai lebih dari 40 persen.
Itu sebabnya, memahami gejala awal seperti kulit gatal bisa membantu deteksi lebih dini sebelum kondisi semakin parah.
Beberapa cacing yang hidup di usus bisa memicu reaksi alergi.
Tubuh menganggap zat sisa metabolisme cacing sebagai benda asing, lalu muncullah reaksi berupa gatal, ruam merah, atau bentol mirip biduran.
Ada juga jenis cacing yang langsung menyerang kulit.
Misalnya Cutaneous Larva Migrans, ketika larva cacing masuk ke kulit dan membentuk jalur merah berliku-liku yang terasa sangat gatal.
Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berjalan tanpa alas kaki di tanah atau pasir yang terkontaminasi.
Kulit gatal akibat cacingan biasanya tidak datang sendirian. Ada beberapa tanda lain yang ikut muncul, antara lain:
Jika gejala-gejala ini ada bersamaan, besar kemungkinan tubuh sedang mengalami infeksi cacing.
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 24% populasi dunia atau sekitar 1,5 miliar orang terinfeksi cacing per tanah (soil-transmitted helminths). Dari jumlah itu, 60% adalah anak-anak.
Kondisi ini juga masih tinggi di Indonesia.
Berdasarkan laporan DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, prevalensi cacingan pada anak mencapai 2,7% hingga 60,7%. Angka terbesar terjadi pada anak usia 6–12 tahun, dengan estimasi sekitar 189 juta anak berisiko terinfeksi.
Temuan serupa juga tercatat dalam Frontiers in Public Health.
Dari penelitian terhadap 49.630 anak sekolah di berbagai negara, sebanyak 37,16% di antaranya terinfeksi cacing usus.
Data ini menunjukkan bahwa cacingan masih jadi masalah kesehatan serius, terutama pada anak-anak.
Kalau curiga gatal di kulit disebabkan cacingan, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis.
Dokter bisa melakukan pemeriksaan sederhana, seperti tes tinja atau darah, untuk memastikan diagnosis.
Jika terbukti positif, biasanya akan diberikan obat cacing seperti albendazole atau mebendazole. Selain pengobatan, pencegahan juga sangat penting:
Kulit gatal memang sering dianggap remeh, tapi bisa jadi sinyal tubuh bahwa ada infeksi cacing. Jangan tunggu sampai gejala makin parah.
Jika gatal berulang tanpa sebab yang jelas, segera lakukan pemeriksaan.
Dengan penanganan yang tepat, tubuh bisa kembali sehat dan bebas dari gangguan cacingan.(*/KN)
Editor: Zulvan R