Tiga Helikopter Disiagakan, Satgas Udara Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan evaluasi dan perencanaan operasi udara dilakukan rutin melalui briefing pagi Satgas Udara di FASI Bandara Syamsudin Noor, Selasa (15/9/2026).

BANJARBARU, KALIMANTAN.NEWS – Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, khususnya di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan evaluasi dan perencanaan operasi udara dilakukan rutin melalui briefing pagi Satgas Udara di FASI Bandara Syamsudin Noor, Selasa (15/9/2026).

“Untuk rapat hari ini di briefing pagi Satgas Udara, kita melaksanakan rutin untuk evaluasi pelaksanaan operasi udara di hari sebelumnya dan persiapan perencanaan operasi udara hari ini,” ujar Ariansyah.

Menurutnya, pada operasi sebelumnya Satgas Udara melaksanakan misi penanganan karhutla di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Selain itu, satu misi bantuan juga dilakukan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu sesuai arahan pimpinan.

Ariansyah menjelaskan, saat ini terdapat empat helikopter yang disiapkan untuk mendukung operasi udara. Namun, hanya tiga unit yang dapat dioperasikan pada Selasa karena satu helikopter menjalani pemeliharaan rutin sesuai jadwal berdasarkan pencapaian jam terbang.

Dari tiga helikopter yang operasional, dua unit disiagakan untuk penanganan karhutla di kawasan Ring 1 Bandara. Sementara satu unit lainnya disiapkan untuk memberikan bantuan apabila terdapat permintaan penanganan di luar wilayah tersebut.

“Jadi kita bisa juga membantu ke wilayah Kalimantan Selatan yang di luar dari Ring 1 Bandara, terutama daerah-daerah yang belum bisa terjangkau oleh Satgas Darat,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Ariansyah menyebut hingga saat ini belum ada rencana pelaksanaan kembali. Hal tersebut berdasarkan pemantauan BMKG yang dilakukan setiap pagi terhadap potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Dari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,” katanya.

Meski demikian, kesiapan untuk kembali melaksanakan OMC tetap dilakukan. Pesawat dan bahan pendukung telah disiagakan di Bandara Syamsudin Noor sehingga dapat segera diaktifkan apabila BMKG kembali mendeteksi kondisi atmosfer yang memungkinkan untuk pelaksanaan operasi tersebut.

“Kita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,” tambah Ariansyah.(Mc/En/KN)

Baca Juga