
KALIMANTAN NEWS – Saat sedang membicarakan tentang cuaca, biasanya di benak kita langsung tergambar hujan, panas atau kelembaban udara.
Tapi ada satu istilah yang sering muncul di bidang teknik sipil dan erat kaitannya dengan kondisi iklim, yaitu OMC (Optimum Moisture Content) atau kadar air optimum.
OMC adalah kadar air dalam tanah yang membuat tanah bisa dipadatkan dengan hasil paling maksimal.
Tanah yang dipadatkan pada kadar air optimum akan memiliki kepadatan maksimum, sehingga lebih stabil, kuat, dan tahan lama.
Ini sangat penting untuk berbagai jenis konstruksi, mulai dari jalan, jembatan, bandara, sampai pondasi bangunan.
Untuk mengetahui Optimum Moisture Content, biasanya dilakukan Proctor Test, yaitu tes laboratorium yang mengukur kadar air ideal agar tanah bisa mencapai kepadatan maksimal.
Tanah yang terlalu kering atau terlalu basah tidak akan bisa dipadatkan dengan sempurna, dan ini bisa menimbulkan masalah serius di lapangan.
1. Musim Hujan
Hujan yang intens membuat kadar air tanah sering melebihi OMC.
Tanah menjadi lembek, mudah ambles, dan kurang stabil.
Hal ini berdampak langsung pada infrastruktur: jalan cepat rusak, pondasi bangunan turun, dan proyek konstruksi jadi lebih sulit dilaksanakan.
2. Musim Kemarau
Saat musim kemarau, tanah biasanya jauh di bawah OMC.