
Penelitian juga menunjukkan antosianin membantu memperbaiki fungsi otak dan menurunkan risiko penyakit degeneratif.
Fenomena ini sering disebut “Doctrine of Signatures”, yaitu kepercayaan bahwa bentuk alami tanaman mencerminkan manfaat kesehatannya.
Menurut dr. Rudi Santoso, ahli gizi Universitas Indonesia, ada beberapa contoh buah yang memang punya kesesuaian bentuk dan manfaat nutrisi.
Berikut beberapa contohnya:
Lekukan kenari menyerupai belahan otak kiri dan kanan. Kandungan omega-3, vitamin E, dan polifenol pada kenari mendukung memori, fokus, dan fungsi kognitif.
Penelitian di PMC – Nutrition & Brain menyebut konsumsi kacang kenari dapat menurunkan risiko Alzheimer.
Bulat dengan lekukan seperti ruang jantung. Likopen dan kalium dalam tomat menjaga elastisitas pembuluh darah, menurunkan kolesterol jahat (LDL), serta mengurangi tekanan darah.
Studi di PMC – Lycopene & Heart Health menunjukkan konsumsi tomat rutin berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular lebih baik.
Biji-bijinya menyerupai cabang pembuluh darah. Kaya polifenol dan nitrat alami, delima membantu memperbaiki sirkulasi darah dan menjaga elastisitas arteri.
Riset dari PMC – Pomegranate & Circulation menyebut jus delima dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.
Bentuk Irisan wortel menyerupai pupil dan lensa mata. Beta-karoten yang terdapat pada wortel ketika diubah menjadi vitamin A penting untuk menjaga retina tetap sehat dan mencegah rabun senja.
Menurut All About Vision, konsumsi wortel teratur dapat menjaga ketajaman penglihatan, meskipun bukan berarti bisa memperbaiki minus.
Menurut pedoman WHO dan Kementerian Kesehatan RI, tubuh membutuhkan minimal 400 gram buah dan sayur per hari atau setara 5 porsi.