Cara Bersikap Dingin dan Cuek, Ini 6 Sikap Menurut Litreratur Psikologi

ilustrasi sikap cuek.

KALIMANTAN NEWS – Dalam kehidupan sosial, tidak semua situasi memerlukan respon emosional yang berlebihan.

Ada kalanya kita perlu bersikap dingin dan cuek.

Bukan berarti tidak peduli, tetapi lebih pada mengontrol ekspresi emosi agar tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Menurut literatur psikologi, ada enam sikap yang berkaitan erat dengan self-regulation, emotional intelligence, dan coping strategy. Berikut ulasannya:

  1. Kenali Perbedaan “Cuek” dan “Acuh Tak Acuh”

Bersikap cuek dalam arti psikologis bukan berarti tidak peduli sama sekali, tetapi memilih fokus pada hal-hal penting dan tidak bereaksi terhadap stimulus yang tidak relevan.

Menurut penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology, orang dengan kemampuan pengendalian diri tinggi cenderung mampu membedakan situasi mana yang perlu emosi, mana yang tidak.

  1. Latih Pengendalian Emosi

Menurut Journal of Applied Psychology, regulasi emosi dapat dilatih dengan menunda reaksi, jangan langsung merespons komentar atau provokasi.

Reframing ,melihat situasi dari sudut pandang berbeda untuk menurunkan intensitas emosi.

Self-talk positif, berbicara pada diri sendiri untuk tetap tenang.

Ini membuat kita terlihat “dingin” meski sebenarnya sadar penuh terhadap situasi.

  1. Batasi Ekspresi Non-Verbal

Sikap dingin sering tercermin dari bahasa tubuh.

Studi dalam Journal of Nonverbal Behavior, menjelaskan bahwa ekspresi wajah datar, kontak mata secukupnya, dan gerakan tubuh minimal akan menampilkan kesan cuek.

Halaman: 1 2
Baca Juga