Hasilnya, satu tanaman bisa menghasilkan tomat di atas tanah dan umbi kentang di bawah tanah.
Tanaman unik ini disebut “TomTato”, dan menjadi bukti nyata bahwa keduanya memang masih satu keluarga.
Selain itu, studi genetika menunjukkan bahwa tomat dan kentang memiliki kesamaan DNA sekitar 60–70 persen.
Ini membuat keduanya bisa berbagi beberapa sifat fisik dan resistensi terhadap hama tertentu.
Selain TomTato, beberapa ilmuwan juga mengembangkan “Ketchup Potato” yang batangnya bisa digunakan untuk menghasilkan tomat kecil, tapi tetap menghasilkan kentang di bawah tanah.
Meski satu keluarga, tomat tumbuh optimal di dataran rendah dan iklim hangat, sementara kentang lebih menyukai dataran tinggi dan iklim sejuk.
Kedekatan genetik ini memungkinkan peneliti mempelajari penyakit tanaman Solanaceae dan mencari cara untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman.
Jadi, klaim “tomat adalah ibu dari kentang” tidak benar secara ilmiah.
Hubungan keduanya bukan ibu-anak, melainkan saudara dekat dalam satu keluarga botani.
Ungkapan tersebut hanyalah metafora atau cara kreatif untuk menjelaskan kedekatan genetik mereka.
Meski begitu, fakta ini tetap menarik: siapa sangka, tomat dan kentang bisa hidup bareng di satu tanaman?
Fenomena ini menunjukkan betapa menakjubkannya dunia botani dan bagaimana manusia bisa menciptakan inovasi dari sifat alamiah tanaman.(*/KN)
Editor: Ipik G
Benarkah kentang anak tomat – benarkah kentang anak tomat – benarkah kentang anak tomat