Akhirnya, hubungan bisa berubah jadi arena kompetisi, bukan kolaborasi.
Pasangan sama-sama maskulin. Cewek ambisius dan cowok dominan sering bentrok soal hal kecil mulai dari cara mengatur keuangan sampai siapa yang lebih sibuk. Cintanya ada, tapi egonya juga besar.
Maskulin bertemu feminin. Cewek tegas dan fokus ketemu cowok yang lebih fleksibel dan sabar. Hasilnya? Seimbang. Cewek jadi pengarah, cowok jadi penyejuk. Hubungan terasa harmonis, saling isi kekosongan.
Energi maskulin pada wanita bukan sesuatu yang salah.
Table of Contents
ToggleJustru itu kekuatan luar biasa. Tapi dalam hubungan, kuncinya ada di keseimbangan.
Kadang kita perlu jadi tegas, kadang perlu jadi lembut.
Kadang memimpin, kadang memberi ruang untuk dipimpin.
Hubungan sehat bukan soal siapa lebih maskulin atau feminin, tapi bagaimana keduanya bisa saling melengkapi.(*/KN)
Editor: Ipik G