KALIMANTAN NEWS – Pernah nggak sih kamu dikasih tugas ringan, misal isi formulir, kirim laporan singkat, atau cuma ngingetin teman soal rapat, terus dalam hati bilang, “Ah, gampang ini, nanti aja deh”?
Eh, tau-tau tugas kecil itu malah bikin panik mendekati deadline.
Kok bisa ya? Ternyata ini bukan cuma soal malas, tapi otak kita punya “ilusi optimisme” yang bikin hal kecil terasa remeh.
Menurut penelitian di Journal of Applied Psychology (Buehler, Griffin & Ross, 2002), manusia sering kena yang namanya planning fallacy.
Artinya, kita cenderung meremehkan waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu.
Contoh: kamu yakin bisa kelarin makalah 2 jam.
Faktanya? Bisa 5 jam karena ada riset tambahan, revisi, atau distraksi mulu.
Otak kita kayak kasih janji palsu “Tenang, gampang kok!” Padahal realitanya, penuh hambatan.
Penelitian lain dari Journal of Behavioral Decision Making (Kruger & Evans, 2003) juga bilang kalau kita suka underestimate effort, merasa semua tugas sederhana bisa kelar cepet, makanya ditunda terus.
1. Overconfidence, Terlalu percaya diri sama kemampuan sendiri.
2. Kurang Perencanaan, Tugas kecil jarang masuk daftar prioritas.
3. Prokrastinasi, Karena merasa mudah, ditunda terus sampai mepet deadline.
4. Gangguan Fokus, Notifikasi HP, media sosial, bikin perhatian gampang buyar (terdistraksi)
5. Kurangnya Rasa Urgensi, Tugas terlihat sepele, jadi nggak dianggap penting.
1. Bikin to-do list harian, supaya semua tercatat dan lebih siap tentang apa yang akan dilakukan karena semua hal ada batas waktunya.
2. Aturan “5 menit”, kalau bisa selesai cepet, langsung kerjain.
3. Pecah tugas besar jadi kecil, agar lebih ringan dan doable.
4. Alarm atau reminder , agar sesuai dengan to do list harian yang sudah dibuat.
5. Ubah mindset, semua tanggung jawab, meskipun sekecil apa pun
Tugas kecil sering diremehkan karena otak kita suka overestimate kemampuan sendiri dan underplay effort.
Padahal, hal-hal kecil inilah yang nentuin kepercayaan orang lain sama kita.
Pepatah bilang, “Gunung runtuh karena kerikil yang lepas.”
Begitu juga hidup dan pekerjaan kita.
Kalau terus meremehkan hal kecil, hal besar pun bisa ikut berantakan.
Mulai sekarang, jangan sepelekan tanggung jawab kecil karena dari hal sederhana itulah kita belajar disiplin, membangun integritas, dan buka jalan ke kesempatan yang lebih besar.(*/KN)
Editor: Ipik G