BANJARMASIN, KALIMANTA.NEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut kembali memperkuat komitmen menjaga kedaulatan rupiah hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Pelepasan ekspedisi dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin di Dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (9/6/2026) pagi. Sebanyak Rp15 miliar uang baru dibawa menggunakan KRI Hiu-634 untuk melayani masyarakat di lima pulau terluar Kalsel, yakni Pulau Karasian, Pulau Karayaan, Pulau Merabatuan, Pulau Matasiri, dan Pulau Laut Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dan TNI AL yang terus menghadirkan layanan keuangan hingga wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
“Program ini sangat penting karena tidak hanya mendistribusikan uang rupiah layak edar, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah terpencil,” ujar H. Muhidin.
Menurutnya, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat di wilayah 3T tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar, sekaligus memperkuat penggunaan mata uang rupiah di wilayah perbatasan dan kepulauan.
Selain distribusi uang baru, kegiatan tersebut juga disertai edukasi penggunaan sistem pembayaran digital QRIS kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kami berharap masyarakat di wilayah kepulauan semakin memahami penggunaan QRIS sehingga transaksi digital dapat digunakan lebih luas,” katanya.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori, menyampaikan bahwa program kas keliling telah dijalankan sejak 2012 dan hingga kini telah menjangkau hampir 700 pulau di Indonesia.
Menurutnya, distribusi rupiah layak edar merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau transportasi umum.
“Negara harus hadir untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar mendapatkan akses yang sama terhadap uang rupiah layak edar,” ujarnya.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 turut melibatkan personel TNI Angkatan Laut melalui dukungan armada KRI Hiu-634 yang dikomandani Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawa, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda lainnya.(Adp/en/KN)