
KALIMANTAN NEWS — Selingkuh bukan lagi hal asing dalam dinamika hubungan, baik pacaran maupun pernikahan.
Banyak orang menganggap hal itu murni masalah kesetiaan, padahal menurut psikologi, perilaku ini bisa berakar dari masalah pribadi yang lebih dalam, bahkan berkaitan dengan gangguan psikologis tertentu.
Secara umum, hal itu terjadi ketika seseorang merasa kebutuhan emosional atau fisiknya tidak terpenuhi dalam hubungan.
Misalnya, pasangan yang merasa kurang dihargai atau sering diabaikan bisa mencari pelarian pada orang lain.
Namun, ada pula yang melakukan hal tersebut meski hubungannya terlihat baik-baik saja.
Menurut Journal of Sex Research, salah satu faktor kuat yang mendorongnya adalah rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
Artinya, masalah bukan hanya terletak pada pasangan, melainkan ada konflik batin yang belum terselesaikan.
Psikologi menjelaskan bahwa selingkuh bisa menjadi cerminan dari masalah kepribadian atau gangguan psikologis, antara lain: