RSUD Ulin Usul Beli Alat Medis Penting ke DPRD Kalsel, dr Among : Laparascopy Pengobatan Batu Empedu Tanpa Operasi

Dirut RSUD Ulin, dr Among Wibowo, sat Rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kalsel, Rabu (15/7/2027) (foto :hms)

BANJARMASIN-KALIMANTAN.NEWS

UNTUK meningkatkan layanan kesehatan yang lebih optimal, RSUD Ulin Banjarmasin menyampaikan rencana peningkatan sarana dan prasarana serta pengadaan peralatan medis dan lainya.

Beberapa alat penunjang medis yang dinilai urgen tersebut diantaranya : 1. Sarana penunjang I T dan digitalisasi senilai Rp 5 miliar, yangmana SDM nya sudah tersedia. 2. perangkat computeris berupa teknik laparascopy senilai Rp 6 miliar, untuk pengobatan penyakit batu empedu dan sejenis, tanpa malalui operasi. 3. Alat bantu layanan kamar operasi sekitar Rp 2.6 miliar 4. Penambahan dana Pendamping dikisaran Rp 5 miliar.

Hal diatas diungkap Dirut RSUD Ulin dr Among Wibowo, saat rapat evaluasi kerja tahun 2026 dan rencana program kerja dan kebutuhan anggaran Tahun Anggaran 2027, bersama Komisi IV DPRD Kalsel, di gedung DPRD setempat, Rabu (15/7/2026).

Pada rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa, didampingi para anggota komisi, dr Among menyampaikan harapan agar empat item yang diusulkan tersebut dapat di realisasikan melalui APBD perubahan. Karena dinilai sangat urgen.

“Berdasarkan skala prioritas dan urgen item usulan yang kami sampaikan ini bisa terealisasi pada APBD 2026,” kata dr Among.

Selanjut untuk rencana kerja tahun 2027, RSUD Ulin juga menyampaikan sejumlah usulan dan berharap dapat terealisasi. Namun tentunya tetap menyesuaikan dengan anggaran pemerintah daerah dengan skala prioritasnya.

Adapun RSGM Banjarmasin menyampaikan program penguatan layanan kesehatan gigi dan mulut, termasuk peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr Diauddin, menyampaikan tiga fokus utama pembangunan kesehatan. Yaitu : Percepatan penurunan stunting; Peningkatan mutu pelayanan kesehatan; serta Pengembangan pusat pendidikan kesehatan.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga merencanakan pengembangan 10 layanan baru pada Laboratorium Kesehatan (Labkes) daerah, di antaranya : Layanan skrining bayi baru lahir, laboratorium tuberkulosis (TB), biologi molekuler, medical check-up, home service, pemeriksaan narkoba, laboratorium kimia kesehatan, kalibrasi alat kesehatan, uji profisiensi, hingga Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa, menegaskan bahwa pembahasan anggaran ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh program yang diusulkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin setiap program yang diusulkan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, perencanaan anggaran harus disusun secara tepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Melalui rapat kerja ini, Komisi IV DPRD Kalsel berharap sinergi antara DPRD, Dinas Kesehatan, RSUD Ulin, dan RSGM Banjarmasin dapat menghasilkan perencanaan anggaran yang efektif sehingga pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan semakin berkualitas, merata, dan mudah diakses masyarakat.

Berkait dukungan anggaran, Ķetua Komisi membidangi Kesra, kesehatan, pendidikan dan kepemudaan ini, tentu akan mempertimbangkannya.

Terlebih jika yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat luas yang tak boleh bertolak belakang pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yaitu ketentuan jenis dan mutu pelayanan dasar yang wajib diperoleh setiap warga negara secara minimal.

“Pemerintah daerah wajib memberikan layanan dasar kepada seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan atau tidak mampu,” pungkasnya (pik)

Baca Juga