AMUNTAI, KALIMANTAN.NEWS – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Nor Fajri, S.E., melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) terkait Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sistem Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan di Puskesmas Danau Panggang, Desa Danau Panggang RT 1, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (15/7/2026). Kegiatan ini menitikberatkan pada edukasi kesehatan ibu dan anak sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Peserta sosialisasi terdiri dari ibu hamil dan orang tua balita binaan Puskesmas Danau Panggang. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dalam sambutannya, H. Nor Fajri menegaskan bahwa Perda Nomor 1 Tahun 2021 menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas, termasuk bagi ibu hamil dan balita.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya.
“Perda ini menjadi pedoman agar pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak dapat berjalan optimal. Pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan agar lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Nor Fajri.
Selain membahas pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh anak, pemanfaatan layanan kesehatan dasar, serta pentingnya memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di Puskesmas.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pencegahan stunting, kebutuhan gizi anak, hingga pelayanan kesehatan ibu dan balita.
Nor Fajri berharap melalui sosialisasi tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat sehingga angka stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat terus ditekan.
“Kesehatan anak merupakan investasi masa depan. Karena itu, diperlukan peran bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mewujudkan generasi Banua yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta penyerahan materi sosialisasi kepada seluruh peserta sebagai bahan edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(en/KN)