Persiapan Angkat Bangkai Kapal, SAR Salvage KM Virgo Dimulai dari Geladak Hingga Mesin

Foto : satria

BANJARMASIN – KALIMANTAN.NEWS

PERSIAPAN pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 terus dilakukan, salah satunya dengan melakukan melalui tahapan SAR salvage, yaitu menyisir bagian kapal, mulai dari geladak hingga kamar mesin.

Namun, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama tumpahan oli dan bahan kimia, arus bawah laut yang kuat, serta cuaca yang tidak menentu.

Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, mengatakan tahapan awal ini dilakukan untuk memastikan jenazah yang masih berada di dalam bangkai kapal dapat ditemukan sebelum proses pengangkatan dilakukan.

Menurutnya, langkah tersebut juga untuk mengantisipasi risiko jenazah rusak atau terdampak ketika proses pengangkatan bangkai kapal berlangsung.

“Kami mengkhawatirkan bila terjadi kegiatan salvage ada hal-hal yang tidak kami inginkan, itu bisa merusak jenazah. Jadi, sedapat mungkin kami memastikan pada saat salvage dilakukan nanti sudah tidak ada lagi jenazah yang tertinggal,” ujar Simson usai audiensi dengan keluarga korban KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (20/10/2026).

Upaya penyelaman telah dipersiapkan dan dilakukan dalam beberapa hari terakhir,
Proses tersebut dijalankan berdasarkan koordinasi dengan pihak asuransi serta di bawah arahan Basarnas untuk memastikan keselamatan tim penyelam.

Sebelum pencarian jenazah dilakukan secara menyeluruh, tim terlebih dahulu menangani tumpahan oli dan minyak serta menetralkan bahan kimia di dalam badan kapal.

Pembersihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian lambung kapal yang berada di posisi terbalik. Setiap bagian atau palka dibersihkan agar sisa minyak dan bahan kimia tidak mengganggu jarak pandang penyelam.

“Yang paling esensial supaya pandangan para penyelam jelas saat melakukan pencarian. Saat ini yang sudah kami lakukan baru di bagian lambung atas dulu,” katanya.

Simson menambahkan, setelah pembersihan selesai dan kondisi bawah air dinilai memungkinkan, tim akan melanjutkan pencarian ke bagian kapal lainnya, termasuk area kamar mesin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan proses evakuasi korban berjalan maksimal sebelum bangkai kapal diangkat.

Meski proses pencarian terus berjalan, kondisi bawah laut menjadi tantangan tersendiri. Simson menyebut, dalam salah satu operasi sebelumnya, tim hanya dapat melakukan penyelaman selama sekitar dua setengah jam karena perubahan cuaca, gelombang yang meningkat, dan arus bawah laut yang semakin kuat.

Menurutnya, arus menjadi salah satu risiko utama bagi keselamatan penyelam. Karena itu, tim tidak diperbolehkan melakukan free diving dan diwajibkan menggunakan tali pegangan selama berada di bawah air.

“Yang kami khawatirkan bukan gelombang, tetapi arus. Kami melakukan penyelaman dengan menggunakan tali pegangan, bukan free diving. Kalau free diving, penyelam bisa tertarik arus,” tandasnya.

PT Virgo Karya Shipping juga meminta pendampingan dan arahan Basarnas agar penyelaman dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan. Simson menegaskan, seluruh tahapan awal tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak asuransi dan menjadi bagian dari persiapan menuju proses salvage.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banjarmasin, Bram Madya Temara menerangkan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap para korban, di sejumlah wilayah Sukamara, Seruyan Kalimantan Tengah termasuk wilayah Kalimantan Barat.

“Untuk pencarian di permukaan masih terus dilakukan. Bahkan tiga kapal milik Basarnas masih siaga di sini KM SAR Pacitan, KM SAR Purworejo, dan KM SAR Kamajaya,” imbuhnya.

Sumarno, salah satu keluarga korban berharap jenazah kedua anaknya bisa ditemukan, dia mengaku dari kejadian hingga sekarang masih tetap menunggu kabar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Sambil menunjukkan sebuah postingan Facebook dari smartphone-nya. Dalam postingan itu terunggah gambar mobil pick up mengangkut dua unit motor. Ditutup terpal dan terikat kuat di bak mobil.

Gambar itu diambil sesaat sebelum mobil yang dikendarai dua anaknya masuk ke dalam KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu 12 September 2026. Atau sehari sebelum kapal bermuatan 243 penumpang dan awak itu dinyatakan tenggelam.

“Ini foto kenangan terakhir anak anak saya. Rian dan Marina Dewi. Mereka masih belum ditemukan sampai saat ini. Dan kami sampai sekarang masih menunggu,” pungkasnya.(satria/pk)

Baca Juga