Tasriq Usman Bahas Transportasi Massal Kalsel, Bus BTS Ditarget Jangkau Hingga Wilayah Pesisir

Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalsel, Tasriq Usman, di Ruang Rapat PM Noor Lantai 4 Kantor Gubernur Kalsel.

BANJARBARU, KALIMANTAN.NEWS — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan rencana pengembangan transportasi umum massal melalui skema Buy The Service (BTS) sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas Gubernur Kalsel H Muhidin.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalsel, Tasriq Usman, di Ruang Rapat PM Noor Lantai 4 Kantor Gubernur Kalsel, Senin (25/5/2026).

FGD digelar sebagai upaya mendukung Program Strategis Nasional (ProSN) dan 10 Program Prioritas Gubernur Kalimantan Selatan dalam RPJMD 2026–2027.

Dalam forum itu, Tasriq Usman menegaskan layanan transportasi publik di Kalimantan Selatan tidak hanya difokuskan pada kawasan perkotaan, tetapi juga diharapkan mampu menjangkau seluruh wilayah.

“Pengembangan layanan transportasi tidak hanya difokuskan di kawasan perkotaan, tetapi juga harus mampu menyentuh daerah-daerah lain, mulai dari Banua Anam hingga kawasan pesisir,” ujarnya.

Menurutnya, pemerataan akses transportasi penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M Fitri Hernadi, menyebut sebanyak 75 unit bus milik Pemprov Kalsel siap dimanfaatkan untuk mendukung layanan transportasi masyarakat.

Namun, kata dia, pemerintah masih melakukan sejumlah kajian terkait pola operasional dan kebijakan transportasi yang akan diterapkan.

“Dalam mengambil kebijakan memang ada banyak pertimbangan. Karena itu kami masih memerlukan arahan terlebih dahulu, sebab ada banyak opsi yang sudah kami kaji,” katanya.

Fitri menjelaskan, salah satu fokus utama pemerintah ialah memastikan sistem transportasi dapat berjalan efektif dan merata di lapangan. Dishub Kalsel juga mempertimbangkan penerapan layanan transportasi gratis guna mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum.

“Nantinya masyarakat akan mulai terbiasa beralih moda transportasi,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Kalsel juga mempertimbangkan pengoperasian bus pemerintah pada malam hari hingga pukul 22.00 Wita untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

FGD tersebut turut dihadiri jajaran Tenaga Ahli Gubernur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bappeda Kalsel, BPKAD Kalsel, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Biro Hukum, serta Biro Administrasi Pembangunan.(adp/en/KN)

Baca Juga