Bambang Heri Purnama Bantu Puluhan Jemaah Umrah Kalsel Pulang ke Tanah Air dan Imbau Selektif Pilih Travel Agar Tidak Terlantar

Puluhan jemaah umrah Kalsel yang sempat terlantar di Arab Saudi yang kemudian di bantu kepulangannya ke tanah air hingga ke Banua, oleh Anggota DPR RI Dapil Kalsel, Bambang Heri Purnama Dengan Dana Pribadinya (foto : ist)

BANJARMASIN-KALIMANTAN.NEWS

ANGGOTA DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama (BHP) mengimbau masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah agar lebih cermat dan selektif memilih biro perjalanan (travel ) Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

BHP juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran paket umrah berharga murah tanpa memastikan legalitas dan kelengkapan layanan yang diberikan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kasus terlantarnya puluhan jemaah umrah asal Kalimantan Selatan di Arab Saudi akibat ulah travel umrah yang diduga tidak bertanggung jawab.

Sebanyak 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan pekan ini, sempat mengalami kesulitan di Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 36 orang berasal dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Tanjung, Kabupaten Tabalong, sedangkan dua jemaah lainnya memilih menyelesaikan kepulangan secara mandiri.

Berkat bantuan yang diberikan Bambang Heri Purnama, sebanyak 36 jemaah akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Mereka diterbangkan menggunakan maskapai Arab Saudi menuju Jakarta, kemudian diinapkan sementara di sebuah hotel sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Selatan menggunakan pesawat Citilink pada Jumat (7/8/2026).

Kepada wartawan di Banjarmasin, (6/8/2026) siang, Bambang menegaskan bantuan yang diberikannya murni dilakukan secara spontan karena saat itu dirinya juga sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci dan memperoleh informasi mengenai adanya rombongan jemaah asal Kalimantan Selatan yang terlantar.

“Saya spontan saja membantu, karena sudah biasa. Apalagi sama warga Kalsel yang menjadi tamu Allah di Tanah Suci, jadi spontan saja membantu,” ujarnya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan tersebut mengatakan, kejadian yang menimpa para jemaah hendaknya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga paket umrah, tetapi juga memastikan kredibilitas penyelenggara perjalanan.

Menurutnya, sebelum berangkat setiap calon jemaah harus memastikan seluruh dokumen perjalanan telah tersedia dan valid, mulai dari tiket pesawat pergi-pulang, kepastian hotel tempat menginap, hingga legalitas travel penyelenggara.

“Kepada warga Kalsel yang mau umrah, lihat dulu travelnya, pastikan tiket pesawat pulang-pergi itu ada, kemudian hotelnya di mana,” pesannya.

Bambang menjelaskan, kehati-hatian sangat penting agar masyarakat tidak mengalami pengalaman pahit seperti yang dialami puluhan jemaah asal Kalimantan Selatan tersebut.

Ia mengungkapkan, sebelumnya para jemaah awalnya diminta meninggalkan hotel di Madinah karena pihak travel tidak melunasi biaya penginapan.

Kesulitan mereka berlanjut saat berada di Jeddah menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia. Saat itu baru diketahui tiket pesawat yang mereka pegang ternyata tidak dapat digunakan sehingga mereka harus bertahan beberapa hari tanpa kepastian keberangkatan.

Situasi semakin berat karena suhu udara di Arab Saudi saat itu mencapai sekitar 43 hingga 45 derajat Celsius. Sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia yang mengalami kelelahan dan hanya bertahan dengan makanan seadanya.

Mengetahui kondisi tersebut, Bambang langsung mendatangi para jemaah untuk memastikan keadaan mereka. Setelah berkomunikasi dengan seluruh rombongan, ia memutuskan membantu proses kepulangan mereka dengan menanggung berbagai kebutuhan, mulai dari pembelian tiket pesawat, biaya bagasi hingga pemberian uang saku.

Sebanyak 36 jemaah akhirnya berhasil diterbangkan dari Jeddah menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin. Sementara dua jemaah lainnya memilih mengatur kepulangannya sendiri.

Atas peristiwa itu, Bambang berharap masyarakat Kalimantan Selatan semakin berhati-hati dalam memilih travel umrah agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara perjalanan tersebut agar memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi para korban.

“Permasalahan ini bisa dibawa ke ranah hukum, tapi yang melapor para jemaah umrah itu,” tegasnya.

Selain itu, Bambang berharap pemerintah melalui kementerian yang membidangi urusan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat memberikan sanksi tegas terhadap travel yang terbukti menelantarkan jemaah.

“Travel umrah yang terbukti menelantarkan jemaahnya harus diproses sesuai ketentuan agar memberikan efek jera dan melindungi masyarakat dari kasus serupa di masa mendatang,” pungkasnya.(pik)

Baca Juga