JAKARTA-KALIMANTAN.NEWS
INDONESIA mencatatkan potensi komoditas emas yang cukup melimpah dengan total
cadangan mencapai 3.600 ton.
Kendati punya persediaan yang besar di dalam bumi, realisasi produksi emas
nasional sepanjang paruh pertama tahun ini masih terbilang sangat minim dan diwarnai oleh indikasi adanya kebocoran penjualan ilegal di lapangan.
Direktur Jenderal Mineral Batubara (Minerba) (Dirjen Kementerian ESDM, Tri Winarno mengungkapkan, rata-rata produksi emas Indonesia sejatinya
berada di kisaran 100 ton per tahun.
Namun, pencapaian produksi dalam beberapa periode terakhir cenderung mengalami penurunan dibandingkan dengan kapasitas riil yang dimiliki oleh negara.
“Ya betul bahwa emas kita memiliki cadangan kira-kira 3,6 ribu ton untuk Indonesia. Untuk cadangan emasnya 3,6
ribu ton. Terus kemudian kita produksi itu rata-rata di angka nya 100 ton per tahun. Tapi untuk tahun kemarin memang hanya
76 ton,” ujarnya dalam acara MINDialogue di Jakarta,kemarin.
Tri menjelaskan bahwa sepanjang semester pertama 2026, volume produksi emas
nasional tercatat baru menyentuh belasan ton.
Rendahnya angka pendaftaran produksi
resmi tersebut mengindikasikan adanya celah penyerapan dan perdagangan komoditas emas yang mengalir keluar melalui jalur non prosedural.
“Untuk saat ini sampai dengan semester I-2026, itu produksi kita hanya 17 ton. Jadi memang ada beberapa catatan emas yang mungkin terindikasi beberapa penjualan dalam tanda petik “ilegal” itu”, jelasnya.
Tri menyoroti pola pemanfaatan pemanfaatan emas di Indonesia yang masih didominasi oleh sektor konsumsi
ketimbang sebagai aset cadangan devisa.
Kondisi ini terbalik jika dibandingkan dengan struktur konsumsi di pasar global yang mayoritas mengalokasikan emas sebagai instrumen penguat devisa negara.
“Sebetulnya secara spesifik kalau emas itu kan dibeberapa negara, yang ini kan
sekitar 30% untuk perhiasan 70% untuk cadangan devisa. Tapi untuk Indonesia kan sekitar 60% untuk perhiasan 40% untuk tabungan atau produksi kita hanya sekitar 17 cadangan devisa,” terangnya.(net/Brtpost)