BEKAS, KALIMANTAN.NEWS – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke PT Ambulance Pintar Indonesia, Senin (11/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2025 sekaligus studi komparasi terkait spesifikasi dan konsep operasional mobil toko keliling.
Program tersebut direncanakan menjadi sarana pendukung pelayanan perdagangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kalimantan Selatan.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, bersama jajaran Komisi II yang membidangi sektor ekonomi. Kedatangan mereka disambut Direktur PT Ambulance Pintar Indonesia, Imron Bukhari.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan memaparkan spesifikasi teknis kendaraan, fasilitas pendukung, hingga konsep operasional mobil toko keliling yang dapat dimanfaatkan untuk distribusi barang dan pelayanan perdagangan kepada masyarakat.
H. Suripno Sumas mengatakan kunjungan dilakukan guna memastikan kesiapan mobil toko keliling dalam mendukung pengendalian harga di daerah.
“Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Perdagangan ingin memastikan sejauh mana mobil toko keliling ini dapat menunjang pengendalian harga di Kalimantan Selatan. Dari hasil peninjauan, fasilitas dan spesifikasi yang dibutuhkan sudah dapat diakomodasi,” ujarnya.
Ia menambahkan hasil kunjungan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan anggaran bersama Badan Anggaran DPRD Kalsel.
“Kami berharap program ini minimal dapat terealisasi pada tahun 2027. Namun, kami juga berharap melalui anggaran perubahan tahun 2025 program ini sudah bisa mulai dijalankan karena proses modifikasi kendaraan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT Ambulance Pintar Indonesia, Imron Bukhari, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi II DPRD Kalsel.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisi II DPRD Kalimantan Selatan ke Ambulance Pintar Indonesia. Semoga kami dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perdagangan di Kalimantan Selatan,” katanya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, menilai mobil toko keliling dapat menjadi salah satu upaya memperkuat sektor perdagangan dan UMKM di daerah.
“Keberhasilan suatu daerah sangat ditentukan oleh sektor perdagangan, perekonomian, dan industri. Kehadiran mobil toko keliling diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan daerah melalui penguatan UMKM dan perdagangan,” ujarnya.
Kunjungan kerja diakhiri dengan peninjauan langsung unit mobil toko keliling milik PT Ambulance Pintar Indonesia sebagai bahan referensi dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan program perdagangan daerah di Kalimantan Selatan.(en/KN)