
Sistem saraf ini juga berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi dengan mengatur barier usus agar lebih kuat.
Penelitian menggunakan fMRI yang dimuat dalam Frontiers in Human Neuroscience menegaskan bahwa manusia menggunakan seluruh bagian otak, meski dengan fungsi yang berbeda-beda.
Mitos bahwa otak hanya bekerja 10% sudah tidak berlaku lagi.
Studi yang terbit di PNAS menyebutkan bahwa keberagaman bentuk dan ukuran sinaps memungkinkan otak menyimpan memori jauh lebih besar.
Table of Contents
TogglePeneliti menyebut kapasitas memori bisa meningkat secara eksponensial.
Menurut ulasan di Physiological Reviews, kerusakan atau gangguan pada ENS berkaitan erat dengan penyakit pencernaan seperti iritable bowel syndrome (IBS) hingga inflamasi kronis pada usus.
Artikel di Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology menjelaskan bahwa teknologi optogenetik dan kemogenetik sedang dikembangkan untuk mengendalikan ENS.
Harapannya, metode ini bisa menjadi solusi baru untuk gangguan pencernaan yang sulit diobati.
Menurut Journal of Allergy and Clinical Immunology, ENS berfungsi sebagai penghubung antara saraf, sel epitel, dan sistem imun.
Peran ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan tubuh agar tetap sehat.
Menurut para ahli, penelitian soal organ tubuh tidak akan pernah berhenti, sebab selalu ada hal baru yang bisa terungkap.(*/KN)
Editor: Zulvan R