Rakorsus Nasional, Kalsel Tegaskan Kesiapan Hadapi Musim Kemarau dan Karhutla

Rakorsus Pengendalian Karhutla 2026 di Jakarta.

JAKARTA, KALIMANTAN.NEWS – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memaparkan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengendalian Karhutla 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Djamari Chaniago, dan diikuti sejumlah kepala daerah dari provinsi rawan karhutla.

Dalam paparannya, H. Muhidin menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki karakteristik wilayah rawa dan lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut diperparah oleh aktivitas pembukaan lahan serta penurunan muka air di kawasan gambut.

Ia menyebutkan, berdasarkan data SIPONGI periode 1 Mei hingga 17 Juni 2026, tercatat 492 titik panas (hotspot) dengan delapan kejadian kebakaran yang menghanguskan sekitar 33,52 hektare lahan. Kabupaten Tapin menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, sedangkan luas lahan terbakar terbesar tercatat di Kabupaten Banjar.

Untuk mengantisipasi peningkatan risiko karhutla menjelang puncak musim kemarau pada Agustus–September 2026, Pemprov Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan, sosialisasi pencegahan, patroli terpadu, hingga pembangunan sarana pendukung seperti embung, kanal, dan pintu air.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga telah menetapkan tiga wilayah prioritas penanganan karhutla, yakni kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, wilayah utara Kalsel, serta kawasan Pegunungan Meratus di wilayah timur.

Dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, pemerintah daerah menyiapkan ribuan personel gabungan serta berbagai sarana operasional, termasuk mobil tangki, kendaraan patroli, dan mesin pompa air.

Melalui forum tersebut, Gubernur H. Muhidin menegaskan komitmen Kalimantan Selatan untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino 2026–2027.(Adp/en/KN)

Baca Juga