KALIMANTAN NEWS – Pernah kah kamu bertemu wanita yang kelihatan super mandiri, selalu bisa berdiri sendiri, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun?
Dari luar tampak kuat, tapi kalau ditelisik lebih dalam, mereka sering hidup dalam survival mode selalu siaga, tidak pernah benar-benar santai dan diam-diam lelah.
Salah satu akar dari pola ini bisa jadi adalah fatherless atau tumbuh tanpa kehadiran atau figur ayah yang aman.
Bagi banyak wanita, ketiadaan ayah (baik secara fisik maupun emosional) meninggalkan ruang kosong.
Dari kecil, mereka belajar mandiri sejak dini, selalu waspada dan memyebabkan krisis kepercayaan pada pasangan.
Seperti yang dijelaskan Ellis & Garber (2000), ketiadaan ayah sering kali memicu stres keluarga dan menurunkan rasa aman anak, yang akhirnya berdampak pada kesehatan mental jangka panjang.
Alhasil, mereka membangun benteng kuat di sekeliling diri.
Bukan karena ingin terlihat keras, tapi karena kondisi hidup memaksa mereka untuk selalu siap bertahan.
Kenapa wanita fatherless cenderung hidup dalam survival mode?
1. Harus kuat sendiri, sejak kecil tidak ada tempat aman untuk bergantung.
2. Takut ditinggalkan, membuat mereka selalu siaga agar nggak “jatuh” lagi.
3. Kesulitan menerima cinta, kehadiran orang yang tulus kadang terasa asing.